Trump: AS Tak Akan Serang Iran Sebelum Pemilu Paruh Waktu

M.Habib Saifullah | Jum'at, 09/10/2026 16:15 WIB


Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa militer AS tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pelaksanaan pemilu sela Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: AP)

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa militer AS tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pelaksanaan pemilu sela (midterm elections) pada 3 November mendatang.

Pernyataan yang disampaikan melalui platform Truth Social pada Kamis malam tersebut bertepatan dengan berlangsungnya diskusi antara kedua negara serta meredakan lonjakan harga minyak dunia.

Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa dinamika diplomasi dengan pihak Tehran tengah berjalan positif.

"Kami sedang melakukan diskusi yang produktif dengan Republik Islam Iran," tulis Trump.

Baca juga :
Hari Telur Sedunia 9 Oktober, Ini Sejarah hingga Maknanya

Ia menambahkan kepastian jadwal militer AS dengan menyatakan, "Kami tidak akan menyerang Iran pada waktu kapan pun sebelum pemilu sela yang diselenggarakan di Amerika Serikat pada 3 November."

Baca juga :
Polisi Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan Bersama Sajam

Pernyataan Trump tersebut berdampak langsung pada pasar energi global, di mana harga minyak mengalami penurunan pada Jumat pagi usai sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan di kawasan Teluk.

Analis menilai pernyataan sang presiden bertujuan untuk menekan kembali pergerakan harga komoditas energi.

Baca juga :
Pengadilan Terbitkan Surat Penangkapan Adik Capres Brasil

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa pihak Tehran sedang meninjau tanggapan Washington terhadap "rencana tujuh hari" untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Araghchi menyampaikan bahwa negosiasi masih berlanjut melalui pihak mediator dan Iran akan memberikan jawaban resmi dalam "beberapa hari mendatang".

Di saat yang sama, ketegangan maritim tetap membayangi jalur pelayaran strategis tersebut.

Media lokal Iran melaporkan terjadinya "ledakan masif" di bagian selatan Selat Hormuz pada Jumat, di mana sumber militer mengindikasikan adanya kapal tanker rute "tanpa izin" yang diduga menabrak ranjau laut.

Perkembangan diplomasi ini terjadi di tengah sikap keras yang sempat ditunjukkan kedua belah pihak.

Wakil Presiden AS JD Vance sebelumnya menuntut Iran melakukan pengurangan "signifikan" pada kapasitas pengayaan uranium, sementara Presiden Iran Masoud Pezeshkian sempat menyebut negosiasi dengan AS bersifat "sia-sia".

Di sisi lain, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow akan "melakukan segalanya" guna membantu mengakhiri konflik di kawasan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemilu Paruh Waktu Serangan AS Perang Iran