Hari Disleksia Sedunia Diperingati 8 Oktober, Ini Sejarah dan Maknanya

Vaza Diva | Kamis, 08/10/2026 14:30 WIB


Setiap tanggal 8 Oktober, dunia memperingati Hari Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day). Ilustrasi - Hari Disleksia Sedunia 8 Oktober, ini sejarah dan maknanya (Foto: Freepik)

JAKARTA - Setiap tanggal 8 Oktober, dunia memperingati Hari Disleksia Sedunia (World Dyslexia Day).

Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai disleksia serta menghapus stigma terhadap individu yang mengalaminya dalam kehidupan bermasyarakat dan dunia pendidikan.

Sejarah peringatan ini berawal dari gerakan advokasi yang digagas oleh berbagai organisasi internasional dan komunitas orang tua, salah satunya European Dyslexia Association (EDA).

Gerakan ini lahir dari keprihatinan atas minimnya pemahaman masyarakat terhadap disleksia, yang sering kali salah diartikan sebagai bentuk kemalasan atau keterbelakangan mental pada anak-anak.

Baca juga :
Pelajaran dan Hikmah Kisah Bilal Bin Rabah

Bulan Oktober kemudian disepakati secara global sebagai Dyslexia Awareness Month, dengan tanggal 8 Oktober diposisikan sebagai puncak peringatan hariannya.

Baca juga :
TTeruskan Transformasi Perusahaan, Thomas Oentoro Terpilih Pimpin Maskapai Garuda Indonesia

Secara medis dan psikologis, disleksia merupakan kondisi neurobiologis yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memproses bahasa.

Hal ini berdampak pada kesulitan membaca, menulis, mengeja, dan terkadang berbicara. Kendati demikian, disleksia sama sekali tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Baca juga :
Nasihat Kepada Ulil Amri, Mewujudkan Keadilan Amanah Kepemimpinan

Banyak penyandang disleksia yang justru memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata serta kemampuan berpikir visual dan kreatif yang luar biasa.

Makna mendalam dari peringatan Hari Disleksia Sedunia terletak pada seruan untuk menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang inklusif.

Melalui kampanye tahunan ini, komunitas global mendorong para pendidik, pemangku kebijakan, dan orang tua untuk menerapkan metode pendekatan belajar yang variatif, seperti metode multisensori serta memfasilitasi deteksi dini agar anak-anak dengan disleksia dapat mengembangkan potensi diri mereka secara optimal tanpa rasa minder.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hari Disleksia Sedunia 8 Oktober Peringatan Internasional Bulan Oktober