Pemerintah Yaman Tegaskan Pertempuran Sanaa Jadi Sasaran Utama Militer

M.Habib Saifullah | Jum'at, 09/10/2026 15:37 WIB


Al-Sabri menjelaskan bahwa seluruh garis depan pertempuran di Yaman saat ini sedang bergejolak. Para pengunjuk rasa, sebagian besar pendukung Houthi, menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, di Sanaa, Yaman 5 Juli 2024. REUTERS

JAKARTA - Pasukan militer pemerintah Yaman mengklaim mengalami kemajuan signifikan di berbagai medan tempur dalam upaya menahan serangan serta merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.

Wakil Menteri Pertahanan Yaman, Mayor Jenderal Samir Al-Sabri, menyatakan pada Jumat (9/10) bahwa pertempuran sengit kini berkecamuk di sejumlah provinsi, dengan penekanan bahwa perebutan kembali ibu kota Sanaa merupakan pertempuran utama.

Al-Sabri menjelaskan bahwa seluruh garis depan pertempuran di Yaman saat ini sedang bergejolak.

"Seluruh front di seluruh Yaman saat ini membara—di Pantai Barat, Dhubab, dan Pegunungan Kahbub; di timur di wilayah Provinsi Marib; serta di tengah di Provinsi Taiz dan Al Bayda," ujar Al-Sabri dalam keterangannya.

Baca juga :
Pengadilan Terbitkan Surat Penangkapan Adik Capres Brasil

Ia menambahkan bahwa pasukan pemerintah mencatatkan kemajuan besar di banyak lini pertempuran tersebut.

Baca juga :
Mengapa Hari Pos Sedunia Diperingati Setiap 9 Oktober?

Menurut Al-Sabri, fokus tahap pertama dari operasi militer saat ini adalah mematahkan serangan Houthi di seluruh provinsi, khususnya di sepanjang Pantai Barat dan Provinsi Taiz.

Pihaknya menilai wilayah strategis Bab al-Mandeb sebagai lokasi paling kritis pada tahap ini, sementara penguasaan atas Pegunungan Kahbub yang membentang antara Lahj dan Taiz menjadi langkah penting untuk memutus jalur tembakan serta pasokan logistik Houthi.

Baca juga :
Setjen MPR Rilis Sistem Pengelolaan Konflik Kepentingan Digital Dorong Tata Kelola Transparan

Mengenai situasi di Taiz, Al-Sabri mengakui adanya kehilangan kontrol atas beberapa desa di wilayah pedesaan Taiz, namun menegaskan bahwa pertempuran sengit masih terus berlangsung sesuai rencana.

"Kami percaya pihak Houthi telah memasuki sarang singa, dan jalan keluar bagi mereka akan jauh lebih sulit, meskipun mereka memperoleh beberapa keuntungan dan menguasai beberapa distrik," tegas Al-Sabri.

Ia juga menuding bahwa pergerakan Houthi di Taiz barat bertujuan menguasai Bab al-Mandeb atas instruksi dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Di wilayah Al-Waziyah, Al-Sabri menyebut kawasan tersebut sebagai salah satu hub paling krusial yang menghubungkan jalur pasokan ke Taiz, Al-Mukha, dan Al-Hudaydah.

Wilayah ini dinilai sangat vital dan dihuni oleh para pejuang lokal yang secara tegas menolak menjadi basis dukungan bagi kelompok Houthi.

Terkait pertempuran di ibu kota, Al-Sabri memaparkan bahwa koridor sepanjang 120 kilometer yang menghubungkan Marib dan Sanaa kini menjadi jalur pertempuran aktif.

Pernyataan ini sejalan dengan arahan Ketua Dewan Kepemimpinan Presidensi Yaman yang menegaskan bahwa merebut kembali Sanaa merupakan tujuan utama untuk memulihkan lembaga-lembaga negara.

Dalam mengimbangi ancaman udara, Al-Sabri menyatakan bahwa angkatan udara Yaman bersama pasukan koalisi terus melancarkan serangan terhadap jalur pasokan Houthi, depot senjata, serta fasilitas perakitan drone dan rudal balistik.

Ia menyebut bahwa komponen rudal dikirim dari Iran dalam bentuk terpisah dan dirakit di Sanaa menggunakan keahlian dari Iran, Irak, dan Lebanon.

Al-Sabri menilai serangan Houthi terhadap fasilitas sipil seperti Bandara Aden, Kota Taiz, hingga infrastruktur sipil di Arab Saudi sebagai cerminan kondisi kepanikan kelompok tersebut.

"Saat Houthi menyerang fasilitas sipil... itu merupakan indikator bahwa mereka sedang memasuki kondisi histeria yang akan segera mengarah pada kejatuhan total mereka," ujar dia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Houthi Yaman Pemerintah Yaman Konflik Timur Tengah