Fathu Makkah, Kemenangan Agung Tanpa Pertumpahan Darah

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 27/09/2026 17:02 WIB


Peristiwa Fathu Makkah menjadi bukti keagungan sikap pemaaf Rasulullah. Ilustrasi foto pembebasan Makkah

Katakini.com - Peristiwa Fathu Makkah yang terjadi pada tahun 8 Hijriah menjadi tonggak sejarah paling monumental dalam perjalanan dakwah Islam.

Kemenangan agung ini dipicu oleh pelanggaran Perjanjian Hudaibiyyah yang dilakukan secara sepihak oleh kaum kafir Quraisy.

Rasulullah SAW memimpin langsung pasukan beranggotakan 10.000 kaum muslimin menuju Makkah dengan strategi pengamanan yang sangat rapi.

Umat Islam memasuki kota kelahiran Nabi tersebut tanpa melakukan pertumpahan darah sedikit pun demi menjaga kesucian tanah haram.

Baca juga :
Utang Kecil Ini Ternyata Sangat Mengganggu Ketenangan Hidup

Keagungan peristiwa pembebasan ini telah diabadikan oleh Allah Subhanahu wa Ta`ala di dalam Al-Qur`an sebagai bentuk pertolongan-Nya.

Baca juga :
Ketika Bos Tidak Adil, Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Allah Ta`ala berfirman: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah." (QS. An-Nasr [110]: 1–2).

Setibanya di Ka`bah, Rasulullah SAW langsung membersihkan ratusan berhala yang telah lama mengotori area suci tersebut.

Baca juga :
Rezeki Sedikit Tetap Bawa Keberkahan Melimpah Bagi Muslim

Sambil menghancurkan patung-patung itu, Rasulullah SAW menegaskan kembali prinsip kebenaran Islam atas kebatilan.

Sebagaimana firman Allah: "Dan katakanlah: Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sungguh, yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap." (QS. Al-Isra` [17]: 81).

Setelah kekuasaan Makkah sepenuhnya berada di tangan umat Islam, Rasulullah SAW memberikan pengampunan massal kepada penduduk Quraisy.

Sikap pemaaf nan mulia tersebut seketika melunakkan hati para tokoh Quraisy yang dahulu selalu memusuhi dakwah Islam.

Rasulullah SAW bersabda saat memasuki kota: "Barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan, maka dia aman. Dan barang siapa yang menutup pintunya, maka dia aman." (HR. Abu Dawud).

Pemberian maaf tanpa rasa dendam ini menjadi bukti nyata bahwa Islam adalah agama yang mengedepankan rahmat dan kedamaian.

Sejak hari bersejarah itu, kota Makkah resmi dibersihkan dari kemusyrikan dan kembali menjadi pusat tauhid bagi seluruh umat manusia.

Fathu Makkah melapangkan jalan bagi penyebaran Islam secara masif ke seluruh penjuru Jazirah Arab hingga ke belahan dunia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pembebasan Kota Makkah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah Pemaaf