Kisah Masuk Islamnya Abu Hurairah Sang Perawi Hadits

Anggoro Aristo Priambodo | Jum'at, 25/09/2026 21:01 WIB


Mengenal Perjalanan Keislaman Abu Hurairah Sahabat Nabi Perawi Hadits Ilustrasi foto karomah

Katakini.com - Abu Hurairah RA merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling banyak meriwayatkan hadits dalam sejarah keislaman.

Beliau memiliki nama asli Abdurrahman bin Sakhr Al-Dausi sebelum akhirnya diberikan julukan Abu Hurairah oleh Rasulullah SAW.

Hidayah Islam menyapa hatinya di tanah kelahirannya, Yaman, melalui perantara dakwah sahabat mulia Thufail bin Amr Ad-Dausi.

Setelah memeluk Islam, beliau memutuskan bertolak ke Madinah untuk berjumpa langsung dengan Baginda Nabi Muhammad SAW.

Baca juga :
Utang Kecil Ini Ternyata Sangat Mengganggu Ketenangan Hidup

Abu Hurairah RA resmi menginjakkan kaki di Madinah dan bertemu Rasulullah SAW pada tahun ketujuh Hijriah saat Perang Khaibar.

Baca juga :
Ketika Bos Tidak Adil, Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Sejak momen bersejarah tersebut, beliau memilih untuk mendedikasikan seluruh hidupnya bermukim di Masjid Nabawi sebagai ahli Shuffah.

Keputusan hidup sederhana ini diambil demi bisa terus mendampingi Rasulullah SAW dan menyerap setiap ilmu serta ajaran Islam.

Baca juga :
Rezeki Sedikit Tetap Bawa Keberkahan Melimpah Bagi Muslim

Ketulusan beliau dalam menuntut ilmu selaras dengan ajaran Al-Qur`an yang meninggikan derajat orang-orang berilmu di sisi Allah SWT.

Allah SWT berfirman: "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat." (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ketekunan Abu Hurairah RA dalam menghafal hadits tidak terlepas dari doa khusus yang dipanjatkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Beliau pernah mengadukan keluhannya kepada Nabi Muhammad SAW mengenai sifat pelupa yang sempat menghampiri ingatannya saat mempelajari ilmu.

Rasulullah SAW lantas membentangkan kainnya, berdoa, lalu memerintahkan Abu Hurairah untuk merapatkan kain tersebut ke dadanya.

Abu Hurairah RA meriwayatkan: "Maka aku merapatkan kain itu ke dadaku, dan setelah itu aku tidak pernah lupa satu pun hadits." (HR. Bukhari No. 119).

Kekuatan hafalan luar biasa inilah yang menjadikan beliau sebagai sahabat yang paling produktif menjaga keutentikan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Semangat belajar dan keteguhan iman Abu Hurairah RA patut menjadi teladan utama bagi seluruh generasi muda muslim saat ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
abu hurairah perawi hadits sejarah sahabat nabi