Cara Islami Menghadapi Atasan Menyebalkan Tanpa Emosi

Anggoro Aristo Priambodo | Senin, 21/09/2026 12:06 WIB


Panduan lengkap meredam amarah kerja sesuai tuntunan ajaran Islam Ilustrasi konflik di tempat kerja

Katakini.com - Dunia kerja sering kali menjadi medan ujian kesabaran yang sangat berat bagi setiap Muslim.

Sikap atasan yang bersikap sewenang-wenang kerap memicu emosi serta rasa kekesalan di dalam hati.

Meskipun demikian, Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa mengendalikan emosi dalam setiap situasi.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ali `Imran ayat 134 bahwa salah satu ciri orang bertakwa adalah mereka yang sanggup menahan amarahnya.

Baca juga :
Hari Syukur Sedunia Setiap 21 September, Ini Sejarah dan Tujuannya

"(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS. Ali `Imran: 134)

Baca juga :
Legislator Dorong Sinergi Petani dengan Dunia Industri

Rasulullah SAW juga memberikan nasihat ringkas namun sangat mendalam terkait pentingnya menjaga emosi.

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, beliau bersabda, "Janganlah engkau marah," yang diulangnya hingga beberapa kali.

Baca juga :
Mengapa Hari Perdamaian Internasional Diperingati Setiap 21 September?

Menahan amarah saat berhadapan dengan atasan bukanlah bentuk kelemahan, melainkan sebuah cermin kekuatan jiwa.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa orang yang kuat adalah mereka yang mampu menguasai dirinya ketika diselimuti emosi.

Langkah awal yang dapat dilakukan saat amarah mulai memuncak di tempat kerja adalah membaca ta`awudz.

Apabila rasa kesal belum juga mereda, cobalah untuk segera mengambil wudhu agar menyucikan dan menenangkan pikiran.

Islam juga mengajarkan agar kita tetap menjaga etika dan tidak membalas keburukan dengan keburukan.

Mengubah posisi tubuh atau sekadar berdiam diri sejenak sangat membantu mencegah timbulnya kata-kata yang destruktif.

Memahami bahwa setiap tekanan pekerjaan merupakan bentuk ujian ikhtiar dapat membantu kita menyikapi situasi dengan lebih bijak.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesabaran dan kelapangan dada dalam setiap ujian profesionalitas yang kita hadapi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
menahan amarah mengatasi atasan emosional etika bekerja

OASE