
Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah. Foto: dpr
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah mendorong pemerintah membangun sistem yang mampu mempertemukan petani penghasil bahan baku lokal dengan pelaku industri secara langsung.
Menurutnya, keterhubungan tersebut penting untuk memastikan hasil komoditas unggulan, seperti kelapa sawit dan kopi, dapat terserap industri pengolahan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Indonesia punya potensi bahan baku lokal yang sangat luar biasa. Kita butuh sinergitas dan jaringan informasi agar masyarakat petani kelapa sawit atau komoditas lain bisa terhubung langsung dengan pabrik-pabrik yang membutuhkan bahan baku,” kata Siti dalam keterangannya, Senin (21/9).
Siti menilai, persoalan akses pasar masih menjadi salah satu tantangan yang perlu dijembatani. Jangan sampai petani memiliki hasil panen, namun kesulitan menemukan pasar sementara industri di sisi lain membutuhkan pasokan bahan baku.
“Jangan sampai masyarakat merasa tidak ada channel pasar lalu membuang hasilnya, padahal ada pabrik yang membutuhkan tetapi tidak ada akses,” imbuhnya.
Karena itu, menurut Siti, penguatan jaringan informasi antara petani dan industri harus menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai pasok nasional. Dengan begitu, bahan baku lokal dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak terbuang percuma.
Di sisi lain, Siti mengingatkan agar pengembangan industri dan hilirisasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Prinsip industri hijau, efisiensi energi, serta pengelolaan limbah juga harus menjadi perhatian.
Ia meminta pelaku usaha memastikan kegiatan produksi tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.
“Komisi VII selalu mengingatkan pelaku usaha, sekecil atau sebesar apa pun produksinya, limbah jangan sampai menjadi masalah bagi masyarakat. Kalau bisa, malah diolah menjadi bahan yang mengoptimalkan daya produksi,” tandasnya.