Dilema Harta Kekayaan dan Jodoh Menurut Syariat Islam

Anggoro Aristo Priambodo | Jum'at, 18/09/2026 19:05 WIB


Pahami makna takwa agar kekayaan tidak menjadi penghalang jodoh. Ilustrasi wanita sukses

Katakini.com - Ketika seorang pria memiliki kekayaan, banyak wanita tertarik karena melihat adanya kemampuan finansial dan kepemimpinan.

Kehadiran harta pada diri pria sering kali dipersepsikan sebagai jaminan perlindungan serta rasa aman dalam rumah tangga.

Namun situasi berbeda kerap terjadi ketika pihak wanita yang memiliki kekayaan melimpah.

Tidak sedikit pria justru memilih mundur dan enggan mendekati wanita yang mapan secara finansial.

Baca juga :
Dua Mahasiswa UI Raih Penghargaan Duta Bahasa Nasional Terbaik Nomor 1 Tahun 2026

Sikap mundur tersebut umumnya didasari kekhawatiran akan timbulnya rasa diremehkan atau dibanding-bandingkan di kemudian hari.

Baca juga :
Duta Bahasa Didorong Bentengi Bahasa Daerah dari Bahasa Gaul

Banyak lelaki berusaha menjaga izzah dan martabatnya agar tidak masuk dalam hubungan yang berpotensi melukai harga diri.

Fenomena ini menjadi iktibar berharga bahwa harta melimpah bukanlah jaminan mutlak mudahnya mendapatkan jodoh.

Baca juga :
KWP Gelar Doa Bersama bagi 5 Jurnalis Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Fondasi rumah tangga yang kokoh sejatinya tidak ditentukan oleh siapa yang memiliki kekayaan lebih dominan.

Keharmonisan pernikahan justru dibangun di atas pijakan akhlak, sifat tawadhu, serta rasa saling menghormati antarpasangan.

Seorang istri yang berharta tetap wajib memuliakan kedudukan suaminya sesuai dengan tuntunan syariat.

Rasulullah SAW bersabda, "Seandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan seorang istri bersujud kepada suaminya." (HR. Tirmidzi).

Jika wanita mampu mengelola hartanya dengan rendah hati, kekayaan tersebut justru akan menjadi sumber keberkahan keluarga.

Sebaliknya, penilaian murni di hadapan Sang Pencipta sama sekali tidak didasarkan pada tingkat kemapanan materi seseorang.

Allah Ta`ala berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, "Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa."

Mari senantiasa mengedepankan ketakwaan dan keutamaan akhlak di atas segala kemewahan duniawi saat memilih pasangan hidup.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
harta dan jodoh memilih pasangan kedudukan suami