Duta Bahasa Didorong Bentengi Bahasa Daerah dari Bahasa Gaul

Vaza Diva | Jum'at, 18/09/2026 19:36 WIB


Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Nasional Tahun 2026 di Jakarta pada Jumat (18/9). Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin saat memberikan sambutan di acara Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Nasional Tahun 2026, Jakarta pada Jumat (18/9). (Foto: Vaza/Katakini)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar Puncak Penganugerahan Duta Bahasa Nasional Tahun 2026 di Jakarta pada Jumat (18/9).

Acara ini menjadi panggung penguatan komitmen generasi muda dalam menjaga kedaulatan bahasa nasional di era modern.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menyoroti tantangan nyata yang dihadapi para generasi muda saat ini.

Ia mengingatkan para finalis mengenai maraknya penggunaan istilah asing dan tren bahasa gaul yang berpotensi mengikis kedaulatan bahasa resmi.

Baca juga :
Dua Mahasiswa UI Raih Penghargaan Duta Bahasa Nasional Terbaik Nomor 1 Tahun 2026

"Dalam era globalisasi, era teknologi, Duta Bahasa harus mampu menjadi garda terdepan menghadapi tantangan, terutama penggunaan bahasa asing, bahasa gaul, bahasa Jaksel yang kian dominan," kata Hafidz Muksin saat memberikan sambutan.

Baca juga :
KWP Gelar Doa Bersama bagi 5 Jurnalis Hilang Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Hafidz menekankan bahwa keberadaan Duta Bahasa sangat penting untuk menerjemahkan nilai-nilai Sumpah Pemuda.

Ia mendorong para peserta agar memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan konten-konten edukatif yang positif.

Baca juga :
Dilema Harta Kekayaan dan Jodoh Menurut Syariat Islam

"Manfaatkan ruang-ruang digital dan berbagai media komunikasi yang dekat dengan generasi muda untuk menyampaikan pesan yang menarik, relevan, dan mudah diterima," ucap Hafidz.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, menjelaskan bahwa ajang tahunan ini bertepatan dengan momen penting sejarah kebahasaan di Indonesia.

"Kegiatan ini bertepatan dengan momentum Bahasa Persatuan Indonesia, 1926 sampai 2026, yang terhitung sejak bahasa persatuan ini digagas pertama kali oleh Mohammad Tabrani dan pertama kalinya disetujui oleh Sanusi Pane," kata Hidayat.

Hidayat menyampaikan bahwa kompetisi yang telah berlangsung secara konsisten sejak 2006 ini diikuti oleh 31 pasang perwakilan dari 30 Balai dan Kantor Bahasa di seluruh Indonesia.

Rangkaian kegiatan mengusung tema `Matri Bahasa, Matri Bumi` dan mencakup pembekalan daring serta penilaian luring.

Melalui ajang ini, para finalis diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa: mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Duta Bahasa Nasional Bahasa Gaul