Jangan Terlalu Dekat dengan Penguasa, Ini Pesan dari Nabi

Vaza Diva | Selasa, 15/09/2026 16:30 WIB


Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam mendekati penguasa dan orang-orang yang berada di sekitarnya.  Ilustrasi - jangan terlalu dekat dengan penguasa, ini pesan dari Nabi Muhammad SAW (Foto: AP)

JAKARTA - Rasulullah SAW mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dalam mendekati penguasa dan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Kedekatan dengan kekuasaan disebut dapat menjadi ujian bagi seseorang, terutama ketika kepentingan dunia membuatnya mengabaikan nilai-nilai agama.

Dalam sebuah riwayat yang dicantumkan dalam Bihar al-Anwar, Rasulullah SAW bersabda:

إِيَّاكُمْ وَ أَبْوَابَ السُّلْطَانِ وَ حَوَاشِيَهَا فَإِنَّ أَقْرَبَكُمْ مِنْ أَبْوَابَ السُّلْطَانِ وَ حَوَاشِيهَا أَبْعَدُكُمْ مِنَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ مَنْ آثَرَ السُّلْطَانَ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ أَذْهَبَ اللَّهُ عَنْهُ الْوَرَعَ وَ جَعَلَهُ حَيْرَانَ

Baca juga :
Hari Syukur Sedunia Setiap 21 September, Ini Sejarah dan Tujuannya

Artinya: “Jauhilah pintu-pintu penguasa dan orang-orang di sekitarnya. Karena sedekat-dekat kalian ke pintu penguasa, sejauh itulah kalian dari Allah Azza wa Jalla. Dan barangsiapa mendahulukan penguasa daripada Allah, maka Allah akan hilangkan wara` darinya dan menjadikannya bingung.” (Bihar al-Anwar, Jilid 72, hlm. 372.)

Baca juga :
Legislator Dorong Sinergi Petani dengan Dunia Industri

Pesan tersebut bukan semata-mata tentang keberadaan seorang penguasa, melainkan peringatan agar seseorang tidak menjadikan kedekatan dengan kekuasaan sebagai alasan untuk mengorbankan prinsip agama.

Dalam riwayat yang sama, ukuran bahayanya terletak ketika seseorang lebih mengutamakan penguasa daripada ketaatan kepada Allah SWT.

Baca juga :
Mengapa Hari Perdamaian Internasional Diperingati Setiap 21 September?

Kata wara` dalam pesan tersebut berkaitan dengan sikap berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat membawa seseorang kepada dosa. Ketika seseorang terlalu mengutamakan kepentingan kekuasaan, dikhawatirkan pertimbangan moral dan agamanya semakin lemah.

Karena itu, pesan Rasulullah SAW dapat menjadi pengingat agar seseorang tetap menjaga prinsip ketika berhadapan dengan kekuasaan.

Kedudukan, keuntungan, atau kedekatan dengan pejabat tidak seharusnya membuat seseorang mengesampingkan nilai kebenaran dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada akhirnya, riwayat tersebut mengajarkan pentingnya menjaga jarak dari pengaruh kekuasaan apabila kedekatan tersebut berpotensi membuat seseorang mengutamakan kepentingan dunia daripada Allah SWT.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Hadis Nabi Dekat Penguasa Pemimpin Zalim Rasulullah SAW

OASE