
Ilustrasi tidur nyenyak. (FOTO: SLEEPFOUNDATION)
JAKARTA - Istirahat malam yang cukup merupakan fondasi utama dalam memelihara stamina serta kesehatan mental manusia, dengan durasi ideal bagi orang dewasa berkisar antara 7 hingga 9 jam setiap hari.
Kendati demikian, sebagian masyarakat kerap melakukan kebiasaan tidur berlebihan (oversleeping), terutama saat libur akhir pekan atau ketika merasa sangat lelah. Meski dianggap sebagai cara efektif memulihkan tenaga, durasi tidur yang melebihi batas normal secara berulang justru memicu dampak buruk bagi tubuh.
Kebiasaan oversleeping umumnya berkaitan dengan terganggunya ritme sirkadian, adanya indikasi masalah medis tertentu, hingga pola hidup yang tidak seimbang. Saat kuantitas tidur melebihi kebutuhan alami tubuh, jam biologis akan terganggu sehingga memicu beragam gangguan kesehatan fisik maupun psikologis.
Beberapa dampak negatif dari kebiasaan tidur terlalu lama yang perlu diwaspadai di antaranya:
Tubuh Terasa Lemas dan Kehabisan Energi
Bukannya menyegarkan, durasi tidur yang terlalu panjang justru merusak kualitas istirahat. Akibatnya, seseorang kerap terbangun dalam kondisi lesu, pusing, serta kurang bertenaga sepanjang hari.
Pusing dan Sakit Kepala
Durasi tidur berlebih dapat mengganggu keseimbangan kadar serotonin di otak sekaligus menekan saraf kepala, sehingga memicu rasa nyeri saat bangun.
Nyeri Punggung dan Leher
Berada dalam posisi tidur yang sama dalam waktu lama memberikan tekanan ekstra pada otot dan sendi, terutama jika tidak ditopang oleh kasur yang ergonomis.
Gangguan Suasana Hati dan Kecemasan
Oversleeping berkorelasi erat dengan masalah kesehatan mental. Ritme tidur yang kacau memengaruhi regulasi hormon emosi, sehingga meningkatkan risiko kecemasan, perubahan suasana hati, hingga gejala depresi.
Peningkatan Risiko Obesitas
Tidur yang terlalu lama berpotensi memperlambat laju metabolisme dan memangkas waktu untuk beraktivitas fisik. Penurunan pembakaran kalori ini dalam jangka panjang dapat memicu kenaikan berat badan berlebih.
Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes
Berbagai studi membuktikan bahwa kebiasaan tidur berlebihan secara kronis dapat mengganggu fungsi metabolisme dan memicu peradangan, yang berujung pada peningkatan risiko diabetes tipe 2 serta penyakit kardiovaskular.
Penurunan Konsentrasi dan Produktivitas
Waktu tidur yang panjang kerap membuat otak terasa tumpul, sulit fokus, dan lambat dalam memproses informasi akibat terganggunya jam biologis tubuh.
Selasa, 01/09/2026