PBB Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang di Nepal

M.Habib Saifullah | Jum'at, 04/09/2026 22:40 WIB


PBB menggalang dana darurat sebesar 50 juta dolar untuk membantu lebih dari 84.000 warga terdampak banjir bandang di Nepal. Banjir di Nepal (Foto: Reuters/Sujan Bagale)

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggalang dana darurat sebesar 50 juta dolar AS (sekitar Rp800 miliar) pada Jumat (4/9/2026) untuk membantu lebih dari 84.000 warga terdampak banjir bandang mematikan di Nepal, mengingat musim dingin yang kian mendekat.

Bencana banjir pada 26 Agustus lalu di perbatasan China-Nepal—yang dipicu oleh runtuhnya gunung es—telah menewaskan lebih dari 1.300 orang dan menyebabkan lebih dari 5.600 lainnya hilang di kedua negara.

"Waktu terus berjalan menekan mereka," ujar perwakilan kantor PBB di Nepal.

"Bagi mereka yang selamat, banjir telah merenggut hampir seluruh sarana yang mendukung kehidupan sehari-hari," tambahnya.

Baca juga :
Ini 5 Ciri Fisik dan Kebiasaan Nyamuk Aedes aegypti

Banjir bandang tersebut menerjang kawasan pegunungan, menghancurkan akses jalan, jembatan, hingga bendungan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Baca juga :
Bebas Financial Anxiety, Ini Cara Mengatur Gaji Bulanan yang Efektif

"PBB Nepal bersama para mitra mengajukan permohonan dana hampir 50 juta dolar AS untuk menyalurkan bantuan tunai, bahan pangan, tempat bernaung, air bersih, layanan kesehatan, serta bantuan penyelamatan jiwa lainnya bagi komunitas yang paling terdampak," ungkap pernyataan tersebut.

"Otoritas kesehatan saat ini mulai memantau kemunculan gejala demam dan diare di pusat-pusat pengungsian," tambah seruan PBB itu.

Baca juga :
Meneladani Akhlak Rasulullah Melalui Kitab Adabul Mufrad Karya Imam Al-Bukhari

"Jasad korban manusia dan ribuan bangkai hewan ternak masih tertimbun reruntuhan, meningkatkan risiko penularan wabah penyakit menular."

Permukiman warga yang berada di dekat pusat bencana hingga kini masih terisolasi dari dunia luar.

"Keluarga yang kehilangan tempat tinggal membutuhkan hunian yang layak dalam hitungan minggu, bukan bulan," tegas PBB.

Penilaian awal PBB memperkirakan kerugian akibat kerusakan bangunan di Nepal mencapai 158 juta dolar AS. PBB memperingatkan bahwa total kerugian—termasuk kerusakan jalan, jembatan, lahan pertanian, dan biaya kemanusiaan—akan jauh lebih besar.

Pemerintah Nepal mengindikasikan bahwa tagihan biaya rekonstruksi pascabencana dapat membengkak hingga "mencapai miliaran" dolar AS.

 


Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Banjir Bandang Nepal Korban Tewas Banjir Nepal