
Pengamat Komunikasi Politik dan Founder Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih. Foto: dok.jurnas
JAKARTA – Pengamat Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI) Frans Immanuel Saragih menilai langkah DPR RI yang dipimpin Sufmi Dasco Ahmad dinilai tepat menerima perwakilan para pengunjuk rasa, termasuk dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menuntut penyelesaian pembahaan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset pada 27 Desember 2026 yang lalu.
Tepat 10 hari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, terjadi aksi unjuk rasa di depan gedung DPR RI Jakarta. Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa dan beberapa dari mereka, termasuk dari Pati, Jawa Tengah diterima oleh pimpinan DPR RI, takni Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurjzal, dan Saan Mustopa.
Frans Immanuel Saragih menyampaikan, apa yang dilakukan oleh pimpinan DPR tersebut sudah sangat tepat dalam upaya mendengarkan masukan dari rakyat Indonesia.
“Hal yang menarik saat Dasco memberikan jaminan bahwa RUU Perampasan Aset akan selesai paling lambat pada pertengahan bulan Desember tahun ini, yaitu 15 Desember 2026. Dan apabila tidak terpenuhi maka dia akan mundur,” kata Frans, Senin (31/8/2026).
Menurut Frans, apa yang disampaikan Dasco merupakan pesan komunikasi politik yang sangat jelas, bahwa seluruh anggota DPR dan Presiden Prabowo sangat serius untuk menyelesaikan pembahasan dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
“Dan kita bisa melihat para pengunjuk rasa yang diajak dialog akhirnya bersedia menantikan terwujudnya UU Perampasan Aset di bulan Desember 2026. Dalam hal ini Dasco berhasil meyakinkan mereka,” ujar Frans.
Menurut Frans, ini bukan kali pertama Dasco menjadi penyambung pesan yang sukses memberikan kesan sejuk untuk mencegah terjadinya aksi lebih besar lagi. Dan jalan dialog dan mendengar masukan merupakan jalan yang tepat, agar ruang dialektika terjadi antar DPR dan masyarakat.
“Biar bagaimanapun asco merupakan pimpinan DPR yang juga Ketua Harian Partai Gerindra, partai dari Presiden Prabowo, sehingga secara tersirat apa yang disampaikannya merupakan juga pesan bahwa Presiden Prabowo ingin segera menyelesaikan pembahasan RUU Perampasan Aset,” pungkas Frans.
Senin, 31/08/2026