Uang Iran Anjlok ke Rekor Terendah Saat AS Siapkan Sanksi Baru

M.Habib Saifullah | Selasa, 25/08/2026 21:01 WIB


Mata uang Iran anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka pada Senin (24/8), beberapa jam sebelum AS mengumumkan gelombang baru sanksi. Orang-orang berjalan di dalam Grand Bazaar yang ditutup di Teheran, Iran, pada 16 Juni 2025 (FOTO: EPA-EFE)

TEHERAN - Mata uang Iran anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka pada Senin (24/8), beberapa jam sebelum Amerika Serikat (AS) mengumumkan gelombang baru sanksi yang ditujukan untuk semakin mengisolasi Teheran.

Rial turun ke level 2,02 juta rial per dolar AS saat perdagangan dibuka di pasar valuta asing, sementara nilai tukar resmi yang ditetapkan oleh Bank Sentral Iran berada di sekitar 1,5 juta rial per dolar AS.

Mata uang tersebut, yang sudah berada di bawah tekanan sebelum serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari, terus mencatat rekor terendah baru karena konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan semakin membebani perekonomian Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin memperingatkan adanya "D-Day Ekonomi" bagi Iran, seraya mengumumkan apa yang disebutnya sebagai serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia.

Baca juga :
Tanda Kiamat Besar Dan Kecil Dalam Islam

Menurut Departemen Keuangan AS, sanksi baru tersebut menargetkan lima sektor utama, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Baca juga :
Mengenal Nama Tugas Dan Hikmah Keberadaan Malaikat Allah
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Perang Iran Sanksi Ekonomi Mata Uang Iran Embargo Iran