
Rezaee memimpin IRGC dari tahun 1981 hingga 1997, termasuk selama sebagian besar perang Iran-Irak. (Iran International)
Jakarta, Jurnas.com - Mantan Panglima Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran, Mohsen Rezaee, resmi ditunjuk sebagai kepala lembaga keamanan nasional tertinggi di negara tersebut, demikian diumumkan pihak kepresidenan Iran pada Minggu (9/8).
"Menyikapi pengunduran diri Mohammad Bagher Zolghadr dari jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi serta penunjukannya untuk tugas-tugas baru, Presiden Masoud Pezeshkian telah menunjuk Mohsen Rezaee sebagai kepala lembaga ini," ujar juru bicara kepresidenan Mehdi Tabatabaei melalui unggahan di platform X.
Rezaee (71) memimpin pasukan IRGC dari tahun 1981 hingga 1997—masa jabatan yang mencakup hampir seluruh rentang Perang Iran-Irak—sebelum akhirnya menduduki sejumlah posisi politik senior. Ia kemudian menjabat sebagai penasihat militer untuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Pada Juli lalu, Rezaee sempat menegaskan bahwa penguasaan atas Selat Hormuz, yang kini menjadi pusat pemicu konflik antara Iran dan Amerika Serikat, memiliki nilai yang "lebih penting ketimbang puluhan bom atom."
Pendahulunya, Zolghadr, yang juga merupakan mantan komandan IRGC, baru mengemban kepemimpinan dewan tersebut pada Maret lalu.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dirilis oleh kantor Pemimpin Tertinggi pada Minggu, Zolghadr kini dialihkan tugasnya menjadi penasihat politik untuk Ayatollah Khamenei.
Minggu, 09/08/2026