Merasa Diri Sudah Baik Awal Dari Sebuah Kehancuran

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 09/08/2026 11:05 WIB


Sikap merasa diri paling suci adalah pintu utama perangkap kesombongan. Ilustrasi foto bangga diri

Katakini.com - Sikap merasa diri sudah cukup baik dan paling benar merupakan benih penyakit hati yang sangat membahayakan iman seseorang.

Perasaan telah sempurna dalam beribadah sering kali membuat seseorang tanpa sadar mengagumi dirinya sendiri (ujub) serta memandang rendah orang lain.

Padahal, dalam ajaran Islam, merasa diri paling suci adalah pintu masuk utama bagi setan untuk merusak seluruh pahala amalan hamba.

Allah SWT secara tegas melarang hamba-Nya untuk mengklaim atau menganggap dirinya sudah paling bersih dari dosa dalam Al-Qur`an Surah An-Najm ayat 32.

Baca juga :
Bahaya Dosa Homoseksual Dalam Pandangan Syariat Agama Islam

Dalam ayat tersebut Allah berfirman: "Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci, Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (QS. An-Najm: 32).

Baca juga :
Ujian Hakiki di Balik Tambahan Nikmat dan Harta

Teguran ilahi ini mengingatkan kita bahwa hakikat ketakwaan dan kebaikan sesungguhnya hanya berada dalam penilaian Allah SWT semata.

Rasulullah SAW juga memperingatkan bahaya penyakit mengagumi diri sendiri ini sebagai salah satu dari tiga hal yang membinasakan.

Baca juga :
10 Contoh Ucapan HUT Provinsi Riau 2026 yang Penuh Makna

Dalam hadist riwayat Thabrani dan Al-Bazzar, Rasulullah SAW bersabda: "Tiga hal yang membinasakan: kebiasaan kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri." (HR. Thabrani).

Ketika seseorang merasa sudah cukup baik, rasa butuh akan ampunan dan pertolongan Allah SWT perlahan-lahan akan luntur dari dadanya.

Kondisi ini membuat hati enggan untuk terus melakukan evaluasi diri (muhasabah) dan merasa tidak lagi memerlukan nasihat kebaikan dari sesama.

Para sahabat Nabi dan ulama salaf justru menunjukkan sikap sebaliknya, di mana mereka senantiasa merasa cemas dan takut akan keselamatan amalnya.

Meskipun memiliki tingkat ketaatan yang luar biasa tinggi, mereka tidak pernah mengklaim diri mereka sebagai penghuni surga yang pasti aman.

Sikap merasa diri banyak dosa justru menjadi pendorong utama bagi seorang Muslim untuk terus memperbanyak istighfar dan perbaikan diri.

Keindahan iman justru terpancar saat seseorang tetap rendah hati dan terus merasa haus akan rahmat serta ampunan-Nya.

Mari kita selalu memohon perlindungan dari penyakit ujub agar setiap amal kebaikan yang dilakukan tetap bernilai ikhlas di hadapan Allah SWT.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
bahaya ujub hadits tentang ujub penyakit hati