Hakikat Harta Kekayaan, Mengukur Kemanfaatan Bagi Sesama Manusia

Anggoro Aristo Priambodo | Jum'at, 07/08/2026 03:03 WIB


Harta sejati diukur dari besarnya manfaat bagi sesama manusia. Ilustrasi membantu sesama yang membutuhkan

Katakini.com - Pandangan Islam terhadap kekayaan tidak pernah diukur dari seberapa tumpuk harta yang berhasil dikumpulkan di dalam rekening.

Sejatinya, nilai kekayaan seorang muslim ditentukan oleh sejauh mana keberadaan hartanya mampu memberikan kemanfaatan bagi kemanusiaan.

Allah SWT menegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 bahwa perumpamaan harta yang dinafkahkan di jalan-Nya serupa dengan benih yang melipatgandakan kebaikan.

Ayat ini mengajarkan bahwa harta yang dibagikan tidak akan pernah berkurang, melainkan justru melimpah dalam bentuk keberkahan hidup.

Baca juga :
Karhutla Gunung Bromo Meluas, Legislator Desak Kemenhut Gerak Cepat-Perkuat Pencegahan

Rasulullah SAW juga menegaskan kriteria manusia terbaik melalui hadis riwayat Thabrani, yaitu mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga :
Israel Restui Rekonstruksi Gaza Selatan di Bawah Pengawasan Multi-Nasional

Kekayaan finansial yang melimpah hanya menjadi angka tak berguna jika pemiliknya enggan mengulurkan tangan membantu sesama.

Dalam hadist riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW mengingatkan bahwa tidak akan pernah berkurang harta seseorang hanya karena ia bersedekah.

Baca juga :
Suriah Gagalkan Penyelundupan Senjata ke Lebanon

Harta yang kita simpan secara ketat pada akhirnya akan ditinggalkan, sedangkan harta yang diinfakkan akan menjadi simpanan abadi di akhirat.

Allah SWT mengingatkan dalam Surah Al-Hadid ayat 7 agar kita berinfak dari sebagian harta yang telah Dia kuasakan kepada kita.

Pesan Ilahi tersebut menegaskan status kita yang hanyalah pemegang amanah sementara, bukan pemilik mutlak atas kekayaan di bumi.

Orang-orang kaya di zaman Rasulullah menjadikan kelapangan rezeki mereka sebagai sarana utama untuk memborong pahala dan keberkahan.

Mereka memahami betul bahwa menahan harta tanpa memberikan manfaat hanya akan mendatangkan penyesalan yang berat di kemudian hari.

Membantu anak yatim, mendanai pendidikan, serta membangun fasilitas umum adalah cara nyata melipatgandakan nilai kemanfaatan harta.

Ketika harta yang kita miliki berhasil menghadirkan senyum dan meringankan beban sesama, di situlah hakikat rezeki yang sebenarnya.

Mari kita ubah pola pikir dengan tidak lagi menimbun harta, melainkan melipatgandakan manfaatnya selagi kesempatan itu masih ada.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Manfaat Harta Sedekah Dalam Islam Hadits Kemanusiaan