Jangan Beribadah Hanya Saat Keinginan Diri Terkabul

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 02/08/2026 22:02 WIB


Bahaya beribadah secara musiman dan bersyarat menurut ajaran Islam. Ilustrasi foto berdoa setelah shalat

Katakini.com - Beribadah kepada Allah SWT merupakan kewajiban mutlak bagi setiap hamba tanpa terikat oleh kondisi senang maupun susah.

Namun, tidak sedikit manusia yang menjadikan ibadah sebagai alat transaksi untuk mendapatkan keinginan duniawi semata.

Seseorang yang hanya rajin beribadah ketika hajatnya terkabul sejatinya sedang menguji dan bersyarat kepada Sang Pencipta.

Al-Qur`an menggambarkan fenomena manusia yang beribadah di tepi muara keraguan dengan sangat jelas.

Baca juga :
Dampak Limbah Pabrik Bagi Masyarakat Dalam Pandangan Islam

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 11: "Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika dia memperoleh kebaikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang."

Baca juga :
Hukum Wudhu Pakai Lip Tint Berwarna, Sahkah Shalatnya?

Sikap opportunis dalam beragama ini memperlihatkan kelonggaran iman serta kerapuhan tauhid dalam diri seorang hamba.

Ketika doa belum dikabulkan atau cobaan menyapa, orang semacam ini dengan cepat berpaling dan meninggalkan ibadahnya.

Baca juga :
Songsong Pemilu 2029, Partai Gelora Bentuk Desk Verifikasi Partai Politik

Padahal, seorang mukmin sejati akan tetap konsisten beribadah baik dalam keadaan lapang maupun dalam situasi sempit.

Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk mengingat Allah SWT di masa sehat dan bahagia agar Allah mengingatnya di masa sulit.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadist Riwayat Tirmidzi: "Kenalilah Allah di waktu senggang, niscaya Dia akan mengenalimu di waktu susah."

Keikhlasan dalam beribadah ditandai dengan penyerahan diri secara total tanpa menuntut balasan duniawi yang instan.

Tujuan utama diciptakannya jin dan manusia tidak lain hanyalah untuk beribadah dan menghambakan diri kepada Allah SWT.

Allah SWT menegaskan hakikat penciptaan ini dalam Surah Az-Zariyat ayat 56: "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."

Maka, meluruskan niat dalam setiap sujud dan doa menjadi kunci agar ibadah kita bernilai pahala dan tidak sia-sia.

Marilah kita menjadi hamba Allah yang sejati, yang tetap setia beribadah dalam setiap detik helaan napas kehidupan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
kemurnian niat taat ibadah istiqamah dalam ibadah