Menolak Sedih, Melanggar Sunnah dan Berbahaya Bagi Jiwa

Anggoro Aristo Priambodo | Rabu, 29/07/2026 05:01 WIB


Menekan emosi sedih berdampak buruk bagi kesehatan jiwa umat. Ilustrasi meluapkan kesedihan

Katakini.com - Kehidupan manusia tidak pernah lepas dari dinamika emosi, termasuk hadirnya rasa sedih yang sangat manusiawi.

Sebagian orang keliru menganggap bahwa menolak atau menekan rasa sedih adalah bentuk ketabahan yang paling sempurna.

Padahal, Rasulullah SAW sendiri pernah meneteskan air mata dan mengekspresikan rasa sedih ketika putra beliau, Ibrahim, wafat.

Beliau bersabda dalam sebuah hadist sahih bahwa mata menangis dan hati bersedih, namun kita tidak mengucapkan kecuali apa yang diridhai Rabb kita.

Baca juga :
Utang Kecil Ini Ternyata Sangat Mengganggu Ketenangan Hidup

Allah SWT juga mengisahkan duka Nabi Ya`qub AS dalam Surah Yusuf ayat 84 hingga kedua matanya memutih karena menahan kesedihan.

Baca juga :
Ketika Bos Tidak Adil, Bagaimana Sikap Seorang Muslim?

Agama Islam yang hanif tidak pernah menuntut umatnya menjadi sosok hampa emosi tanpa empati dan rasa duka.

Secara psikologis, tindakan menekan atau menolak emosi negatif dikenal sebagai bentuk represi emosional yang amat berbahaya.

Baca juga :
Rezeki Sedikit Tetap Bawa Keberkahan Melimpah Bagi Muslim

Pakar kesehatan mental menegaskan bahwa emosi yang terus dipendam berisiko memicu kecemasan kronis hingga depresi berat.

Penolakan terhadap kesedihan juga dapat memicu gangguan psikosomatis yang merusak organ fisik dalam jangka panjang.

Pemerintah Indonesia secara resmi telah mengatur perlindungan kesehatan mental masyarakat melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

Regulasi tersebut mengamanatkan pentingnya layanan promotif dan preventif dalam menjaga keseimbangan jiwa masyarakat secara menyeluruh.

Pemahaman agama yang lurus berjalan selaras dengan semangat regulasi negara untuk mewujudkan masyarakat yang sehat lahir dan batin.

Menerima rasa sedih sebagai takdir dan fitrah manusia adalah langkah awal penyembuhan luka batin yang menenangkan.

Umat diimbau untuk mengalirkan kesedihan melalui doa, curahan hati kepada Allah, serta konsultasi profesional medis bila diperlukan.

Mari kita jalani Sunnah Nabi dengan jujur mengakui emosi, demi menjaga kesehatan mental serta ketakwaan diri.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
menolak perasaan sedih hukum menangis kesehatan mental