
Ilustrasi kebakaran hutan (Foto: REUTERS)
JAKARTA - Otoritas Prancis telah menangkap 162 orang yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan sejak 6 Juli di tengah musim kebakaran hutan terparah yang pernah dialami negara itu, kata Menteri Dalam Negeri Sebastien Lecornu.
"Sejak 6 Juli, sudah ada 162 penangkapan," kata Lecornu melalui platform media sosial X pada Senin.
Ia menegaskan aparat keamanan dikerahkan sepenuhnya untuk mengidentifikasi pelaku pembakaran.
"Mereka akan ditemukan, ditangkap, dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya di pengadilan," ujarnya.
Lecornu mengatakan Prancis telah mencatat 13.566 kebakaran hutan atau titik awal kebakaran sejak awal tahun.
Kebakaran tersebut telah menghanguskan 116.085 hektare lahan, melampaui rekor sebelumnya sebanyak 72.000 hektare pada 2022.
Menurut Lecornu, sembilan dari 10 kebakaran hutan dipicu oleh aktivitas manusia.
Sebagian besar kebakaran terjadi akibat kelalaian, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan, penggunaan alat pemanggang (barbeku), atau pekerjaan konstruksi yang dilakukan tanpa langkah pencegahan yang memadai.
Ia mengimbau masyarakat mengambil langkah-langkah pencegahan, antara lain menunda pekerjaan konstruksi saat kondisi berisiko tinggi, membersihkan vegetasi di sekitar bangunan, serta tidak merokok di dekat kawasan yang vegetasinya kering.
Lecornu juga mengatakan sebagian kebakaran sengaja dipicu oleh pelaku pembakaran.
Ia menegaskan pembakaran dengan sengaja merupakan tindak pidana yang dapat dijatuhi hukuman penjara hingga 15 tahun berdasarkan hukum Prancis.
Sumber: Anadolu
Selasa, 28/07/2026