Figur Imam Masjid Kunci Pemersatu Umat Masa Kini

Anggoro Aristo Priambodo | Minggu, 19/07/2026 22:03 WIB


Mengukuhkan peran imam masjid sebagai teladan akhlak mulia jamaah. Ilustrasi foto imam masjid shalat berjamaah

Katakini.com - Imam masjid bukan sekadar pemimpin saf shalat, melainkan nakhoda spiritual yang memegang peran sentral dalam merajut persatuan umat.

Di tengah keberagaman pandangan masyarakat, seorang imam dituntut menjadi jangkar kedamaian melalui pancaran akhlak yang luhur.

Allah SWT secara tegas mengingatkan pentingnya bersikap lemah lembut demi menjaga keutuhan hati umat dalam Al-Qur`an.

"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu..." (QS. Ali `Imran: 159)

Baca juga :
Sikap Imam Masjid Kepada Tetangga Non Muslim

Keteladanan ini merujuk pada sabda Rasulullah SAW yang menempatkan imam sebagai pelindung dan penanggung jawab moral bagi makmumnya.

Baca juga :
Adab Imam Masjid Terhadap Tetangga Muslim Sekitar Lingkungan

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari, beliau menegaskan bahwa imam adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat atau jamaah yang dipimpinnya.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama memperkuat posisi strategis ini lewat Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/802 Tahun 2014.

Baca juga :
Pentingnya Imam Masjid Menjaga Lisan dari Ghibah

Regulasi resmi tersebut mengatur standar kompetensi imam masjid yang mencakup aspek keilmuan agama, wawasan kebangsaan, hingga keluhuran moral.

Berdasarkan aturan pemerintah, seorang imam harus memiliki pemahaman keagamaan yang moderat agar mampu merangkul seluruh lapisan jamaah.

Pilar Imarah (kemakmuran) dalam regulasi tersebut menuntut imam aktif memberikan bimbingan spiritual yang menyejukkan dan jauh dari narasi perpecahan.

Oleh karena itu, penguasaan fikih ikhtilaf menjadi wajib bagi imam agar dapat menyikapi perbedaan mazhab di kalangan jamaah secara bijaksana.

Ketika imam menunjukkan sikap toleran dan adil, masjid akan menjelma menjadi ruang aman bagi setiap Muslim tanpa sekat kelompok.

Pembinaan akhlak yang dicontohkan langsung oleh imam terbukti lebih efektif daripada untaian khutbah yang sekadar lisan.

Wajah Islam yang damai, santun, dan inklusif akan terpancar nyata saat sang imam mampu berdiri di atas semua golongan.

Mari kita dukung penguatan kompetensi para imam masjid demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang harmonis, religius, dan bersatu padu.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
imam masjid kompetensi imam kemenag standar imam