Menggabungkan Puasa Tasua dengan Qadha Ramadan, Bagaimana Hukumnya?

M.Habib Saifullah | Rabu, 24/06/2026 10:37 WIB


Menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadan) dengan puasa sunnah mutlak atau sunnah muakkad hukumnya diperbolehkan dan puasanya sah Ilustrasi - Hukum menggabungkan puasa sunnah Tasua dengan Qadha Ramadan (Foto: Unsplash/Majid Pogung Dalangan)

JAKARTA - Memasuki bulan Muharram, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan puasa sunnah, khususnya puasa Tasua (9 Muharram) dan puasa Asyura (10 Muharram).

Namun, sebuah pertanyaan fiqih yang sering muncul di tengah masyarakat ialah bolehkah menunaikan puasa sunnah Tasua sekaligus diniatkan untuk membayar utang (qadha) puasa Ramadan?

Fenomena menggabungkan dua niat puasa ini kerap menjadi pilihan bagi mereka yang masih memiliki kewajiban utang puasa, namun tidak ingin kehilangan momentum keutamaan bulan Muharram.

Untuk mengurai keraguan tersebut, berikut adalah penjelasan hukum fikih dari berbagai mazhab ulama mengenai hukum menggabungkan puasa Tasua dengan puasa qadha Ramadan.

Baca juga :
Anggota MPR Kecam Keras Penyekapan Perempuan di Bandung

Dalam literatur hukum Islam, menggabungkan dua ibadah dalam satu niat dikenal dengan istilah Tasyrikun Niat. Terkait puasa, para ulama memetakan hukumnya berdasarkan status hukum dari masing-masing puasa tersebut.

Baca juga :
Berbagai Peristiwa Bersejarah Tanggal 24 Juni dari Masa ke Masa

Mayoritas ulama dari Madzhab Syafii dan Madzhab Hambali menjelaskan bahwa menggabungkan niat puasa wajib (qadha Ramadan) dengan puasa sunnah mutlak atau sunnah muakkad (seperti Tasua dan Asyura) hukumnya diperbolehkan dan puasanya sah.

Secara teknis, seseorang cukup melafalkan niat puasa qadha Ramadan di malam hari tanpa perlu mengabaikan momentum hari Tasua.

Baca juga :
Statistik Head to Head Timnas Jepang vs Swedia

Cara Niat yang Benar

Bagi Anda yang ingin mengonversikan puasa qadha Ramadan di hari Tasua 9 Muharram, niat utama yang harus dihadirkan di dalam hati adalah Niat Puasa Qadha.

Sebab, puasa wajib kedudukannya lebih tinggi dan tidak boleh dikalahkan oleh puasa sunnah. Anda tidak boleh meniatkan puasa sunnah Tasua terlebih dahulu dengan harapan utang Ramadan otomatis lunas. Struktur niatnya harus menempatkan qadha Ramadan sebagai fondasi utama.

Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin `an ada`i sunnatit Tasu`a lillaahi ta`aalaa.

Arti: "Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT."

Niat Puasa Qadha Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin `an qadha`i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta`aalaa.

Arti: "Aku berniat meng-qadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Puasa Tasua Hukum Menggabung Puasa Qadha Ramadan