Netanyahu Perintahkan Perluasan Operasi Militer di Lebanon

M.Habib Saifullah | Senin, 01/06/2026 08:01 WIB


Kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa dia telah memerintahkan militer untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon Selatan Asap mengepul dari lokasi serangan udara Israel yang menargetkan wilayah di kota Nabatieh, Lebanon selatan, pada 11 April 2026 (Foto: Abbas Fakih/AFP)

TEL AVIV - Kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan, Minggu, bahwa dia telah memerintahkan militer untuk memperluas serangan ke wilayah Lebanon Selatan dan memperketat kendali atas wilayah-wilayah yang dikuasai Hizbullah.

"Saya telah memerintahkan IDF (pasukan pertahanan Israel) untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Pasukan kami telah menyeberangi Sungai Litani. Mereka menguasai wilayah strategis. Mereka merebut area pegunungan Beaufort. Dan kini, perintah saya adalah untuk memperkuat dan memperluas kendali kami atas wilayah-wilayah yang sebelumnya dikuasai Hizbullah," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Netanyahu merasa puas dengan upaya penaklukan Kastil Beaufort, benteng peninggalan dari era Perang Salib itu, sebagai tahap dan perubahan dramatis dalam kebijakan dia jalankan.

"Kami mengambil inisiatif, kami beroperasi di semua barisan, di Suriah, di Gaza, di Lebanon; kami telah menetapkan zona keamanan di luar perbatasan kami untuk melindungi komunitas kami. Ini akan memakan waktu lebih lama, tetapi kami akan memulihkan keamanan bagi penduduk di Utara, sama seperti yang kami lakukan bagi penduduk di Selatan. Ini akan memakan waktu, tetapi kami akan menyelesaikan misi ini," ujarnya.

Baca juga :
Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga :
Pentingnya Menuntut Ilmu, Simak Hadis dari Rasulullah
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Benjamin Netanyahu Lebanon Selatan Operasi Militer