Pemerintah Genjot UMKM dan Ekraf Tekan Kemiskinan Ekstrem

M. Habib Saifullah | Selasa, 05/05/2026 05:01 WIB


Menko PM A.Muhaimin Iskandar mendorong sektor UMKM serta ekraf akan menjadi motor utama sebagai upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar tengah usai rapat tingkat menteri di MBloc Space, Jakarta Selatan (Foto: Habib/Katakini.com)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Ekonomi Kreatif sebagaui motor utama dalam upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Menko Muhaimin alias Cak Imin menargetkan untuk menghapus kemiskinan ekstrem pada tahun 2026 dan menekan angka kemiskinan hingga maksimal 5 persen pada tahun 2029.

Muhaimin menjelaskan bahwa terdapat dua strategi utama yang akan dijalankan melalui penguatan basis ekonomi rakyat tersebut.

Baca juga :
Slot: Liverpool Tak Seharusnya Kalah dari Manchester United

"Kita ingin mendorong sampai 2029 minimal ada 10 juta warga kita bekerja secara formal atau menjadi pelaku usaha dan pengusaha," ujar Menko Muhaimin di MBloc Space, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Baca juga :
KPK Dalami Penerimaan Uang oleh Pegawai DJBC Terkait Korupsi Bea Cukai

Menurutnya, pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Kreatif merupakan kewajiban pemerintah agar penanggulangan kemiskinan ekstrem dapat digerakkan secara masif.

Melalui kedua sektor ini, pemerintah optimis dapat menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki masyarakat agar lebih berdaya.

Baca juga :
Audiensi Kebangsaan, Waka MPR Ibas Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja

Lebih lanjut, Cak Imin menekankan bahwa fokus pada UMKM dan Ekonomi Kreatif bukan sekadar pencapaian angka ekonomi, melainkan upaya nyata dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dengan memberikan akses pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

"Insyaallah kita akan bekerja terus untuk itu. Melalui UMKM dan Ekonomi Kreatif, kita yakin bisa menggerakkan potensi masyarakat untuk berdaya," katanya.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan penguatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai strategi untuk mencapai target penciptaan 10 juta lapangan pekerjaan serta penumbuhan pelaku usaha baru dalam lima tahun ke depan.

Menko Muhaimin menekankan bahwa mempermudah akses permodalan bagi para pelaku usaha menjadi fokus krusial agar mampu mengantisipasi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

"Jadi UMKM dan ekonomi kreatif kita dorong sangat penting untuk merekrut tenaga kerja yang kedua membuat tumbuh kembangnya pelaku bisnis di seluruh kalangan masyarakat," katanya.

Upaya penguatan ini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga akan difokuskan hingga ke tingkat pedesaan guna menggerakkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif desa yang mulai tumbuh.

"Potensi ekonomi kreatif di desa, baik potensi pariwisata, potensi ekonomi kreatif di desa, akan terus menjadi konsentrasi kerja kita. Termasuk ekonomi kreatif di desa itu adalah menggerakkan potensi desa yang sudah mulai tumbuh," ujarnya.

Melalui langkah ini, sektor UMKM dan ekonomi kreatif diharapkan dapat menjalankan peran sentralnya dalam menyerap tenaga kerja dari berbagai kalangan masyarakat secara masif.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Menko PM A.Muhaimin Iskandar Ekonomi Kreatif UMKM Kemiskinan Ekstrem