Kemenpar Beberkan Strategi agar Parisiwata Adaptif Hadapi Krisis Global

Agus Mughni Muttaqin | Sabtu, 25/04/2026 17:05 WIB


Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaparkan strategi pemasaran adaptif dalam menghadapi dinamika krisis global yang berdampak pada sektor pariwisata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Made Ayu Marthini, dalam forum The Iconomics CEO Forum & Awards (Foto: Kemenpar)

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memaparkan strategi pemasaran adaptif dalam menghadapi dinamika krisis global yang berdampak pada sektor pariwisata.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, dalam forum The Iconomics CEO Forum & Awards, mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan industri yang sangat sensitif terhadap perubahan geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.

Sebagai respons terhadap kondisi tersebut, Kemenpar melakukan penyesuaian (pivot) strategi pemasaran internasional dengan mengalihkan fokus pasar dari kawasan Eropa dan Amerika ke Asia.

“Langkah refocusing yang kami lakukan adalah pivot. Dari sebelumnya berfokus pada pasar Eropa dan Amerika, kini kami mengarahkan perhatian lebih besar ke kawasan Asia,” kata Made, Jumat (24/4)

Baca juga :
Kisah Uwais Al-Qarni Gendong Ibunya ke Mekkah untuk Tunaikan Haji

Pasar utama yang menjadi prioritas meliputi negara-negara ASEAN, khususnya Malaysia dan Singapura, serta Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Korea, Australia, dan Selandia Baru.

Baca juga :
Mengenal Gejala Awal Penyakit Malaria dan Cara Mencegahnya

Ketujuh pasar ini dinilai strategis karena memiliki kedekatan geografis, akses penerbangan langsung, serta tidak terdampak rute transit yang melewati wilayah konflik.

“Pasar-pasar ini lebih dekat, tidak memerlukan transit melalui kawasan Timur Tengah, dan relatif tidak terdampak lonjakan harga tiket yang signifikan,” katanya.

Baca juga :
TKA di Berbagai Derah Tetap Lancar Meski Hadapi Berbagai Kendala Teknis

Meski demikian, strategi refocusing tersebut juga menghadirkan tantangan berupa meningkatnya persaingan dengan negara-negara di kawasan yang sama. Untuk itu, Kemenpar terus mendorong inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam memasarkan destinasi wisata Indonesia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program co-branding partners, yaitu kerja sama co-marketing dan co-branding dengan berbagai merek, baik lokal maupun internasional, untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. 

“Kami menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi mempromosikan pariwisata Indonesia secara lebih kreatif dan efektif, termasuk melalui penyelenggaraan berbagai event di daerah,” kata Made.

Sementara itu, Founder sekaligus CEO The Iconomics, Bram S. Putro, menilai langkah refocusing yang dilakukan Kemenpar mencerminkan kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi disrupsi global.

“Strategi ini menunjukkan optimisme dan ketangguhan para pemimpin dalam menghadapi tantangan, serta kemampuan untuk tetap tumbuh di tengah kondisi yang dinamis,” ujarnya.

Kemenpar optimistis bahwa melalui strategi yang tepat, kolaborasi yang kuat, serta semangat inovasi, sektor pariwisata Indonesia akan terus bangkit dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementerian Pariwisata Strategi Pemasaran Sektor Pariwisata Krisis Global