
Seorang pria mendorong sepedanya saat warga Palestina berjalan menuju Kota Gaza dari Nuseirat di Gaza tengah pada 11 Oktober 2025 (FOTO: AFP)
JAKARTA - Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) menyebutkan bahwa lebih dari 23.000 warga Palestina di Tepi Barat, termasuk Yerusalem, ditangkap pasukan Zionis sejak awal genosida Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Dalam sebuah laporan yang dipublikasi pada Ahad, PPS menyatakan bahwa jumlah itu mencakup semua individu yang ditahan, baik yang masih ditahan maupun yang sudah dibebaskan.
Termasuk juga mereka yang ditahan dari rumah, di pos pemeriksaan militer, mereka yang menyerah di bawah tekanan, atau mereka yang dijadikan sandera.
Menurut laporan tersebut, penahanan perempuan mencapai 700 kasus, termasuk perempuan Palestina yang ditahan dari Israel dan Gaza serta mereka yang ditahan di Tepi Barat. Semantara, penahanan anak-anak mencapai sekitar 1.800 kasus.
Laporan itu juga mencatat bahwa lebih dari 240 jurnalis telah ditahan sejak awal perang, dengan 43 masih ditahan, termasuk tiga jurnalis perempuan. Seorang jurnalis bernama Marwan Harzallah asal Kota Nablus tewas dalam tahanan Israel.
PPS mengungkapkan bahwa aksi penangkapan yang masih berlangsung dibarengi dengan meningkatnya pelanggaran, termasuk pemukulan berat, intimidasi terhadap tahanan bersama keluarga mereka, penghancuran dan vandalisme rumah secara luas, penyitaan kendaraan, uang dan perhiasan emas, serta kerusakan infrastruktur yang meluas, khususnya di kamp-kamp pengungsi di Kota Tulkarm dan Jenin.
Organisasi HAM Palestina itu menambahkan bahwa aksi penangkapan di beberapa kasus juga disertai dengan eksekusi lapangan, termasuk anggota keluarga tahanan, selain interogasi intens di lapangan yang berdampak pada ribuan orang di berbagai provinsi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Sumber: Wafa