Berbagai Sunnah Nabi SAW yang Kerap Terabaikan

Vaza Diva | Kamis, 22/01/2026 04:04 WIB


Menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW yang sering diabaikan merupakan upaya menjaga kemurnian ajaran Islam. Ilustrasi - lafazd Nabi Muhammad SAW (Foto: ISTOCK PHOTO)

JAKARTA - Dalam keseharian umat Islam saat ini, tidak sedikit ajaran Nabi Muhammad SAW yang perlahan ditinggalkan atau dianggap sebagai amalan ringan yang tidak mendesak.

Padahal, sunnah Rasulullah SAW merupakan pedoman hidup yang memiliki kedudukan penting dalam agama dan menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, bukan sekadar pelengkap ibadah.

Al-Qur`an secara tegas memerintahkan kaum beriman untuk mengikuti apa pun yang datang dari Rasulullah SAW dan menjauhi larangannya. Hal ini menegaskan bahwa sunnah adalah sumber petunjuk yang wajib dijadikan rujukan.

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka ambillah, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah.” (QS. Al-Hasyr: 7)

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Ayat ini menunjukkan bahwa mengikuti sunnah bukanlah pilihan tambahan, melainkan bentuk ketaatan langsung kepada Allah melalui Rasul-Nya.

Rasulullah SAW juga memberikan dorongan besar kepada umatnya agar menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang mulai dilupakan. Dalam sebuah hadis, beliau menjanjikan pahala besar bagi siapa saja yang berusaha mengamalkannya.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

مَنْ أَحْيَا سُنَّتِي قَدْ أُمِيتَتْ بَعْدِي فَلَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا

“Barang siapa menghidupkan sunnahku yang telah ditinggalkan setelahku, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa sunnah, meskipun tampak sederhana seperti adab makan, dzikir harian, atau shalat sunnah, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah jika dijaga dan diamalkan secara konsisten.

Lebih jauh, Al-Qur’an mengaitkan kecintaan kepada Allah dengan kesediaan mengikuti Rasulullah SAW dalam seluruh aspek kehidupan. Menghidupkan sunnah bukan hanya soal praktik ibadah, tetapi juga bukti keimanan dan cinta sejati kepada Nabi.

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

“Katakanlah: Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” (QS. Ali ‘Imran: 31)

Ayat ini menegaskan bahwa mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah jalan menuju cinta dan ampunan Allah, bukan sekadar simbol atau pengakuan lisan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info Keislaman Sunnah Nabi SAW Rasulullah SAW umat Islam