Ratu Zakiyah Ajak Masyarakat Lestarikan Warna Alami Nusantara

Vaza Diva | Senin, 27/10/2025 15:52 WIB


Penasihat DWP Kemendes PDT, Ratu Zakiyah, mendorong masyarakat untuk melestarikan hasil karya kain Nusantara berbasis pewarna alami Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Ratu Rachmatuzakiyah saat memberikan keterangan pers pada acara Mini Eco Fashion dan Talkshow Pewarna Alami di Jakarta (Foto: Agus Mughni/Katakini)

JAKARTA - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Ratu Rachmatuzakiyah, mendorong masyarakat, terutama kalangan muda, untuk ikut melestarikan serta memanfaatkan warna alami dari bahan-bahan alam sebagai langkah nyata menuju ekonomi hijau dan berkelanjutan.

Ajakan tersebut disampaikan Ratu Zakiyah usai menghadiri acara Mini Eco Fashion dan Talkshow Pewarna Alami yang digelar di Kantor Direktorat Jenderal PPDT, Kemendes PDTT, Jakarta Timur, pada Senin (27/10).

Dalam acara tersebut, Ratu Zakiyah berkesempatan meninjau sejumlah stan yang menampilkan hasil karya kain Nusantara berbasis pewarna alami. Ia mengaku terpesona dengan hasil karya para pengrajin desa yang mampu menghasilkan warna-warna indah dari bahan alam.

“Kesannya luar biasa. Ternyata warna-warna alam menghasilkan nuansa yang cantik dan elegan. Saya bahkan tadi sempat membeli beberapa kain pewarna alami bersama Ibu Wamen, salah satunya yang saya kenakan sekarang, dari Kabupaten Belu,” ujar Ratu Zakiyah.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Ratu Zakiyah menilai, potensi ekonomi dari bahan pewarna alami, terutama dalam sektor fesyen seperti wastra Nusantara, sangat besar jika dikembangkan dengan pendampingan yang tepat di tingkat desa.

Baca juga :
Waka Baleg DPR: Putusan MK Pertegas Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara

“Bahan alami seperti tumbuhan pewarna banyak terdapat di desa. Kalau masyarakat desa mendapatkan edukasi dan pendampingan yang tepat, produk mereka bisa bernilai ekonomis tinggi, terutama bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan Eco Fashion tidak sekadar menjadi wadah pamer karya, tetapi juga media edukasi bagi industri fesyen agar beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga :
Komisi VIII DPR: Tambahan Biaya Haji 2026 Harus Ditanggung Negara

“Warna alami lebih mudah terurai, tidak menghasilkan limbah beracun, dan tentunya lebih nyaman dipakai. Ini bentuk aksi nyata menuju Indonesia hijau dan berkelanjutan,” tuturnya.

Ratu Zakiyah juga berpesan agar generasi muda tidak ragu mengenakan kain tenun dan produk lokal sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya bangsa.

“Jangan malu memakai kain tenun dan produk lokal. Ini warisan budaya leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kabar Desa DWP Kemendes PDT Ratu Zakiyah Kain Nusantara Pengrajin desa