Kanselir Austria Tolak Usulan Larangan Israel ke Eurovision

Yati Maulana | Senin, 27/10/2025 14:05 WIB


Kanselir Austria Tolak Usulan Larangan Israel ke Eurovision Kanselir Austria, Christian Stocker, menghadiri KTT Euro di Brussel, Belgia, 23 Oktober 2025. REUTERS

AUSTRIA - Kanselir Austria, Christian Stocker, dengan tegas menolak usulan pelarangan Israel dari Kontes Lagu Eurovision seiring negaranya bersiap menjadi tuan rumah kompetisi berikutnya pada tahun 2026.

"Saya menganggapnya sebagai kesalahan fatal untuk mengecualikan Israel," kata Stocker seperti dikutip dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Jerman, dpa, yang diterbitkan pada hari Minggu, bertepatan dengan Hari Nasional Austria.

"Berdasarkan sejarah kita saja, saya tidak akan pernah mendukung hal itu," tambahnya, merujuk pada tanggung jawab bersama Austria atas kejahatan yang dilakukan selama Holocaust dalam Perang Dunia II.

Eurovision, yang menekankan netralitas politiknya, telah menghadapi kontroversi terkait kampanye militer Israel di Gaza sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Lembaga penyiaran publik di beberapa negara Eropa, termasuk Spanyol, Irlandia, dan Belanda, telah berjanji untuk mundur jika Israel ikut serta dalam kontes yang akan diadakan di Wina Mei mendatang.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Penyelenggara Kontes Lagu Eurovision bulan ini membatalkan pertemuan yang direncanakan pada bulan November untuk memberikan suara mengenai partisipasi Israel, dan sekarang akan meninjaunya pada bulan Desember.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Israel Gaza Kontes Eurovision. Austria Tolak Boikot