Ini Manfaat Nge-Gym yang Disebut Influencer sebagai Aktivitas Bodoh

M. Habib Saifullah | Jum'at, 08/08/2025 11:30 WIB


Nama Timothy Ronald kembali menjadi sorotan publik usai melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi mengenai kegiatan gym. Dia menyebut bahwa olahraga tersebut merupakan aktivitas yang bodoh Pria tua menyeka keringat dari latihan yang intens di gym (Foto: Mladen Zivkovic, Shutterstock)

JAKARTA - Seorang influencer Tanah Air, Timothy Ronald menjadi sorotan publik usai melontarkan pernyataan yang menuai kontroversi mengenai kegiatan gym. Dia menyebut bahwa olahraga tersebut merupakan aktivitas yang bodoh.

Atas pernyataan itu banyak gelombang kritik yang disampaikan oleh masyarakat umum, termasuk para publik figur yang menyampaikan pernyataannya.

Dalam sebuah video yang ramai beredar di media sosial, Timothy terlihat mengungkapkan pandangannya yang dianggap merendahkan.

Dalam perbincangannya di kanal YouTube Niceguymo, Timothy mengutarakan pandangan bahwa orang yang sangat menggemari aktivitas kebugaran fisik sampai sangat berbentuk badannya, khususnya gym, cenderung tidak termasuk dalam kategori individu yang cerdas.

Baca juga :
JD Vance Mungkin Pimpin Lagi AS dalam Negosiasi Kedua dengan Iran

Lantas benarkah klaim tersebut? Simak ulasannya berikut.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

Temuan ini diungkap dalam studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine Rutin berolahraga di gym, terutama menggabungkan latihan aerobik dan angkat beban, terbukti mampu menurunkan risiko kematian hingga 41 persen.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa latihan aerobik saja dapat menurunkan risiko kematian sebesar 32 persen, sementara latihan beban saja memberikan penurunan sekitar 9 persen.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Manfaat gym tak hanya dirasakan pada kebugaran fisik, tetapi juga kesehatan otak. Studi longitudinal selama 44 tahun oleh Helena Hörder dan tim dari University of Gothenburg, Swedia, menemukan bahwa wanita dengan kebugaran kardiovaskular tinggi memiliki risiko demensia yang jauh lebih rendah, yakni hanya 5 persen dibanding 32 persen pada kelompok kebugaran sedang. Selain itu, gejala demensia pada kelompok fit muncul rata-rata 9,5 tahun lebih lambat.

Dampak positif juga tercatat pada pasien kanker. Penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine menyebut bahwa pasien dengan kekuatan otot dan kebugaran jantung yang baik memiliki risiko kematian semua penyebab hingga 46 persen lebih rendah dibanding pasien dengan kebugaran rendah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Gym Manfaat Penelitian Timothy Ronald