DPR Ingatkan Pemerintah Mulai Pikirkan Nasib Lulusan Sekolah Rakyat

Agus Mughni Muttaqin | Selasa, 15/07/2025 17:50 WIB


Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai keberlanjutan program Sekolah Rakyat bagi peserta didik yang telah menamatkan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA penting untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun dunia kerja. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat jumpa pers di Jakarta (Foto: Parlementaria)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai keberlanjutan program Sekolah Rakyat bagi peserta didik yang telah menamatkan jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA penting untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun dunia kerja.

"Yang penting keberlanjutan dari Sekolah Rakyat ini. Pemerintah harus sudah mulai memikirkan bahwa nanti setelah mereka selesai dari Sekolah Rakyat ini, apakah dipersiapkan melanjutkan ke perguruan tinggi atau dipersiapkan untuk dunia kerja. Itu penting," kata Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (15/7).

Pernyataan Lalu itu disampaikan merespons masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan (MPLS) bagi para siswa Sekolah Rakyat yang resmi dimulai serentak di 63 titik di seluruh Indonesia pada Senin (14/7).

"Pascanya, keberlanjutannya harus diperhatikan. Bukan hanya sekolah rakyatnya saja, kemudian selanjutnya anak-anak ini mau ke perguruan tinggi atau dunia kerja," ujar dia.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Politikus PKB ini menjelaskan, keberlanjutan program Sekolah Rakyat diperlukan agar dapat mengejawantahkan substansi dari nawacita Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengentaskan kemiskinan melalui program sekolah tersebut.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

"Karena cita-cita dari Presiden Prabowo sungguh sangat mulia, beliau tidak menginginkan masyarakat kita hari ini, anak-anak kita yang terakhir di keluarga miskin dan miskin ekstrim ini, kemudian mewarisi miskin dan miskin ekstrim dari orangtuanya," tuturnya.

Selain soal keberlanjutan, dia juga menekankan soal kesesuaian prosedur rekrutmen tenaga pendidik maupun siswa didik Sekolah Rakyat agar tepat guna sebagaimana rencana induk program tersebut diinisiasi.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Kemudian segala apa yang menjadi masterplan di Sekolah Rakyat itu bisa sesuai dilaksanakan, maka saya juga meyakini bahwa Sekolah Rakyat ini menjadi salah satu untuk mengurangi angka kemiskinan tadi," kata dia.

Pada Senin (14/7), pembukaan MPLS siswa Sekolah Rakyat dilakukan serentak di 62 titik lainnya di seluruh Indonesia. Sedangkan 37 titik lainnya akan memulai MPLS pada akhir Juli 2025.

Total terdapat 100 titik lokasi rintisan Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi di seluruh Indonesia pada Tahun Ajaran 2025/2026.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info DPR Lalu Hadrian Irfani Lulusan Siswa Sekolah Rakyat