Diduga Frustasi Asmara, Seorang Pelajar di Serang Ditemukan Tewas

M. Habib Saifullah | Jum'at, 01/08/2025 13:05 WIB


Seorang pelajar madrasah aliyah berinisial TB (18) ditemukan tewas di aliran Sungai Kampung Petung, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten diduga frustasi karena asmara. Petugas kepolisian evakuasi jenazah korban di Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten (Foto: Polres Serang)

SERANG - Seorang pelajar madrasah aliyah berinisial TB (18) ditemukan tewas di aliran Sungai Kampung Petung, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten diduga frustasi karena asmara.

Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady ES menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Rohmat (55) pada Kamis (31/7/2025) dalam posisi tersangkut ditumpukan sampah di aliran sungai.

"Korban diduga nekat mengakhiri hidup setelah meminum 16 butir pil Antimo akibat frustrasi karena masalah asmara," kata Andi di Serang, Jumat (1/8/2025).

"Kami mendapatkan laporan pagi tadi, setelah mendapat laporan, jasad korban langsung kami evakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten untuk dilakukan pemeriksaan," ujar Andi.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, diketahui bahwa sehari sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 02.00 WIB, korban meminum 16 butir pil Antimo dihadapan teman sekamar nya di asrama pondok pesantren.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

"Kepada temannya, korban mengaku sedang pusing dan ingin menenangkan hati karena ada masalah asmara dengan kekasihnya," kata dia.

Setelah menenggak belasan pil tersebut, korban terlihat mabuk dan tidak stabil. Sekitar pukul 04.30 WIB, korban keluar dari asrama dalam kondisi sempoyongan sambil berbicara tidak jelas.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Pihak kepolisian menduga korban terjatuh ke sungai irigasi saat berjalan di atas jembatan yang tidak jauh dari lokasi pondok pesantren nya.

"Diduga karena kondisinya tidak normal, korban terpeleset dan jatuh ke sungai. Tubuhnya kemudian terbawa arus air hingga ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal," ujar Andi.

Ia menambahkan, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi pada jasad korban.

"Pihak keluarga membuat surat pernyataan menolak autopsi. Setelah itu, jasad korban kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," kata dia. (ANT)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pelajar Serang Banten Tewas