Pemilu Kanada 2025: Carney Menang Tipis, Trump Jadi Isu Sentral

Yati Maulana | Selasa, 29/04/2025 20:05 WIB


Pemilu Kanada 2025: Carney Menang Tipis, Trump Jadi Isu Sentral Perdana Menteri Kanada Mark Carney memberikan pidato setelah hasil pemilu. REUTERS

OTTAWA - Pemilu federal Kanada 2025 menjadi panggung pertarungan politik yang tidak hanya menentukan arah kebijakan domestik, tetapi juga mencerminkan respons nasional terhadap kebijakan luar negeri Presiden AS, Donald Trump.

Dalam pemilu yang berlangsung ketat, Partai Liberal yang kini dipimpin Mark Carney berhasil unggul tipis, di tengah meningkatnya kekhawatiran warga terhadap intervensi Amerika Serikat dalam urusan Kanada.

Partai Liberal Kanada memenangkan pemilu dengan meraih 167 dari total 343 kursi di parlemen, membentuk pemerintahan minoritas. Kemenangan ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya mereka tertinggal jauh dalam survei.

Isu utama yang mendorong kebangkitan ini adalah sentimen anti-Trump, yang merebak setelah pernyataan kontroversial sang Presiden AS tentang kemungkinan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 Amerika.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Mark Carney, mantan gubernur Bank Kanada dan Bank of England, menggantikan Justin Trudeau yang mengundurkan diri awal tahun ini. Dalam kampanyenya, Carney menekankan perlunya Kanada mengurangi ketergantungan pada AS dan memperkuat hubungan perdagangan dengan Asia dan Eropa.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sektor militer dan infrastruktur dalam menghadapi ketegangan geopolitik.

Pernyataan Trump terkait Kanada dianggap memicu gelombang nasionalisme. Survei menunjukkan sekitar 90 persen warga Kanada menolak gagasan menjadi bagian dari AS, sementara para politisi lintas partai mengecam keras sikap Presiden AS tersebut.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Kebijakan tarif Trump terhadap Kanada juga memperburuk hubungan ekonomi bilateral dan menjadi amunisi kampanye Carney.

Di sisi lain, Partai Konservatif yang dipimpin Pierre Poilievre mengalami kemunduran drastis. Bahkan, Poilievre gagal mempertahankan kursinya di parlemen.

Partai Demokrat Baru (NDP) juga menderita kekalahan signifikan yang membuat pemimpinnya, Jagmeet Singh, menyatakan mundur. Dalam situasi ini, Carney kemungkinan harus menjalin koalisi dengan NDP atau Partai Hijau untuk menjaga stabilitas pemerintahan.

Dalam pidato kemenangannya, Carney menegaskan bahwa era "hubungan khusus" Kanada-AS telah usai. Ia menyerukan kemandirian ekonomi dan politik luar negeri Kanada serta berjanji mendorong multilateralisme dan melawan arus proteksionisme yang digagas Trump di panggung internasional.

Reaksi dunia internasional pun bermunculan. Pemimpin Uni Eropa, Ursula von der Leyen, serta Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan ucapan selamat kepada Carney dan menekankan harapan agar Kanada tetap menjadi mitra global yang kuat di tengah dinamika politik global yang berubah cepat.

Secara keseluruhan, hasil pemilu Kanada 2025 menunjukkan bahwa warga negeri tersebut menolak dominasi Trump atas kebijakan luar negeri Kanada. Tantangan selanjutnya bagi Carney adalah memimpin pemerintahan minoritas di tengah ketegangan lintas batas dan ketidakpastian ekonomi global.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pemilu Kanada Perdana Menteri Hadapi Trump