Pembatasan BBM Subsidi Diklaim Bisa Hemat Anggaran Rp90 Triliun

Budi Wiryawan | Selasa, 03/09/2024 18:35 WIB


Pemerintah bakal gunakan teknologi yang terkait artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kebijakan pembatasan BBM bersubsidi Ilustrasi BBM (foto: camargus)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan membeberkan alasan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi.

Pemerintah akan melakukan pembatasan BBM bersubsidi agar penyaluran bisa tepat sasaran. Jika tepat sasaran maka pemerintah bisa menghemat anggaran sampai Rp90 triliun.

“Jadi, kalau kita lakukan secara bertahap dalam satu tahun ke depan. Saya kira kita bisa menghemat Rp 45-Rp 90 triliun dalam satu tahun. Itu angka yang sangat besar dan bisa kita gunakan untuk kepentingan yang banyak,” ucap Luhut, pada Selasa (3/9/2024).

Pembatasan akan dilakukan agar BBM bersubsidi benar-benar disalurkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Baca juga :
RI Berbelasungkawa atas Gugurnya Tentara Prancis di Lebanon: Hormati Gencatan Senjata

Pemerintah bakal gunakan teknologi yang terkait artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam kebijakan pembatasan BBM bersubsidi.

Baca juga :
Kalah dari Madura United, Pelatih Persebaya Soroti Finishing Pemainnya

Luhut memastikan pembatasan BBM bersubsidi tidak akan mengganggu daya beli masyarakat. Hal ini karena pembatasan hanya dilakukan untuk masyarakat kaya, sedangkan masyarakat menengah ke bawah hingga ojek online tetap berhak untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

“Tidak akan, karena yang kena (pembatasan BBM bersubsidi) orang kaya, tetapi kalau yang seperti yang ojek online itu tidak kena,” tutur dia.

Baca juga :
Berbagai Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Catat
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
BBM Subsidi Luhut Binsar Panjaitan