Pembunuhan Ismail Haniyeh Perburuk Situasi Timur Tengah

Aliyudin Sofyan | Kamis, 01/08/2024 19:15 WIB


Pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, sampai sekarang masih diselimuti misteri. Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Indonesia-Palestina DPR RI Syahrul Aidi Maazat. Foto: dpr.go.id

JAKARTA – Pembunuhan terhadap petinggi Hamas, Ismail Haniyeh pada Rabu, 31 Juli 2024, dinilai  akan memperburuk situasi di Timur Tengah, terutama agenda gencatan senjata antara Palestina dengan penjajah, Israel.

"Kita turut berbelasungkawa atas kematian Ismail Haniya oleh serangan militer Israel di Iran. Kita mengecam tindakan Israel tanpa mempertimbangkan rasa kemanusian dan menghormati kedaulatan negara lain," kata Anggota DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, Kamis (1/8/2024).

Politisi Fraksi PKS ini meminta dunia agar memantau penyelidikan menyeluruh atas insiden yang dilakukan oleh lembaga-lembaga terkait di Iran. Syahrul Aidi Maazat sendiri merupakan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina.

"Penyelidikan kematian atas insiden terbunuhnya pimpinan tertinggi Hamas oleh otoritas Iran harus dipantau secara serius oleh dunia. Jangan sampai terjadi lagi dan merugikan hubungan internasional," pintanya.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Ia pun menyebut, serangan ini akan memperburuk situasi di Timur Tengah khususnya agenda gencatan senjata. Ditakutkan akan ada aksi balasan dari Hamas ke negara Israel sehingga agenda gencatan senjata jadi isapan jempol belaka.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

"Situasi ini akan memperburuk keadaan di timur tengah. Di saat ada langkah konstruktif dari negara Tiongkok yang menyatukan faksi Fatah dan Hamas. Ini langkah nyata menuju perdamaian,” ujarnya seperti dilansir dpr.go.id.

Pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, sampai sekarang masih diselimuti misteri. Hamas dan Korps Garda Revolusi Islam Iran telah mengonfirmasi Haniyeh tewas dalam “serangan” yang mereka duga kuat dilakukan oleh Israel. Di sisi lain, stasiun televisi Channel 12 milik Israel kemudian melaporkan Iran menyimpulkan rudal itu sebenarnya ditembakkan dari dalam Iran.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin berbelasungkawa atas wafatnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. Kematian pejuang kemerdekaan Palestina ini dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan antara Palestina dan Israel, bahkan di kawasan Timur Tengah.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Ismail Haniyeh Hamas Palestina Israel BKSAP