Waka MPR Sebut Peran Museum Harus Ditingkatkan

Agus Mughni Muttaqin | Kamis, 30/05/2024 07:40 WIB


Waka MPR Sebut Peran Museum Harus Ditingkatkan Wakil ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat mengatakan, peran museum sebagai rumah belajar sekaligus entitas pelestari warisan sejarah dan budaya harus ditingkatkan. Menurutnya, peningkatan peran musem tersebut diperlukan demi mewujudkan peradaban bangsa yang lebih baik.

"Sudah saatnya kita membenahi pengelolaan museum di tanah air, dengan dimulai menempatkan museum sebagai rumah pendidikan dan pembelajaran," kata Lestari Moerdijat.

Hal itu ia sampaikan pada diskusi bertema Museum Mencerdaskan Bangsa - Edukasi di Museum: Zaman Berkembang Cara Berubah, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12 bekerjasama dengan Museum Layang-Layang Indonesia, Rabu (29/5).

Diskusi tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Museum tahun 2024 yang bertema Museum untuk Pendidikan dan Penelitian.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Menurut Lestari, kondisi dan peran museum saat ini harus diakui masih jauh dari fungsi sesungguhnya, karena banyak yang menilai museum sekadar sebagai gudang barang kuno.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Melihat kondisi tersebut, Rerie, sapaan akrab Lestari berpendapat, dibutuhkan upaya bersama untuk mengingatkan masyarakat terkait peran pentingnya museum, yang diharapkan mampu menjadi bagian dari proses mencerdaskan bangsa dan merawat nilai dan kebudayaan.

Diakui Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, saat ini kepedulian terhadap museum sebenarnya sudah mulai tumbuh, tetapi kepedulian itu belum cukup untuk mewujudkan peran museum sebagai tempat edukasi dan pelestarian budaya.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

Sebagai institusi budaya yang didaulat sebagai ruang belajar di era globalisasi, ujar Rerie, menuntut perubahan cara pengelolaan yang mampu memberi dampak signifikan dalam bidang pendidikan dan ekonomi.

Namun, tambah Rerie, hingga saat ini, kita masih berhadapan dengan berbagai pekerjaan rumah terkait museum yang tak kunjung terselesaikan.

Antara lain belum jelasnya dasar hukum pengelolaan dan pengembangan, kualitas sumber daya manusia pengelola yang belum memadai, pendanaan museum dalam merawat koleksi, serta cara branding agar museum diminati masyarakat.

Rerie sangat berharap para pemangku kepentingan dan masyarakat dapat bahu membahu mewujudkan museum yang mampu berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

Semenara itu, Kepala Museum Pendidikan Nasional, Universitas Pendidikan Indonesia, Leli Yulifar mengungkapkan pengalamannya dalam mengelola museum di lingkungan universitas yang sejatinya berfungsi memberi layanan akademik.

Namun, Leli mengkreasikan pengelolaan museum menjadi tempat praktikum bagi para pelajar.  "Kami membangun museum menjadi edutourism dan edutainment sehingga bisa mendapat profit, dengan membuat kreativitas virtual," ujarnya.

Untuk mendatangkan pendanaan museum yang dikelolanya, Leli menuturkan, pihaknya berupaya mewujudkan kerja sama tripple helix antara pemerintah, swasta dan masyarakat dalam menciptakan sejumlah program edukasi.

Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Misari berpendapat, pengelolaan museum bukan semata untuk merawat dan menampilkan benda-benda bersejarah saja, tetapi juga harus bermanfaat bagi masyarakat.

Dalam mengelola Museum Bahari, menurut Misari, pihaknya masih banyak memiliki pekerjaan rumah, antara lain terkait perawatan sarana dan prasarana yang ada.

"Mendapat amanah benda cagar budaya memang membanggakan, tetapi ternyata hal itu mengandung konsekuensi biaya yang mahal dalam merawatnya," ujar Misari.

Diakuinya, masalah ketersediaan SDM yang memahami pengelolaan museum masih menjadi kendala. Kondisi itu, tambah Misari, diperparah dengan Museum Bahari yang pernah terbakar.

Kondisi tersebut mendorong Misari lebih giat membangun kolaborasi dengan pihak swasta dan kampus di sekitar museum, di samping tetap memanfaatkan dana dari APBD.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Waka MPR Lestari Moerdijat peran museum Hari Museum