Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Nasional/National Food Agency (NFA) Nyoto Suwignyo bersama Walikota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin saat peluncuran GENIUS Provinsi Jawa Timur di Kota Probolinggi, Senin (9/10/2023).
PROBOLINGGO - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggalakkan program pemenuhan pangan bergizi bagi generasi muda. Salah satu kelompok sasaran adalah anak usia sekolah yang pada 2045 memasuki usia produktif.
Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Nyoto Suwingnyo menyatakan hal tersebut, saat meluncurkan Gerakan Edukasi Dan Pemberian Pangan Bergizi Untuk Siswa (GENIUS) di wilayah Jawa Timur, yang dipusatkan di Kota Probolinggo, Senin (9/10/2023).
Kegiatan GENIUS dilakukan sesuai arahan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, yang menekankan pemenuhan gizi secara komprehensif. Sebab, hal itu berkaitan dengan kualitas SDM unggul di masa depan. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk memenuhi gizi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai salah satu upaya menyongsong Generasi Emas 2045.
“Melihat kondisi tersebut, NFA mendorong digencarkannya kegiatan GENIUS melalui pemberian kudapan pangan bergizi berbahan dasar sumber protein hewani berupa telur, susu dan protein hewani lainnya yaitu ayam dan ikan disertai dengan edukasi pangan dan gizi.” ungkap Nyoto.
Menurut Nyoto, pemberian pangan bergizi diberikan sebanyak 20 kali disertai dengan edukasi pangan dan gizi. Edukasi dijadwalkan secara reguler dan tematik selama pemberian pangan, termasuk internalisasi stop boros pangan kepada siswa. Perpaduan pemberian pangan yang disertai edukasi dan internalisasi menjadi unsur penting dalam mendorong keberlanjutan kegiatan dan menumbuhkan kesadaran siswa dan orangtua sebagai wujud kewaspadaan pangan dan gizi.
Adapun kegiatan GENIUS difokuskan di 50 (lima puluh) Kabupaten/kota pada 10 (sepuluh) Provinsi. Yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dengan sebaran lokus 50 kabupaten/kota dan sasaran penerima manfaat mencapai 25.000 siswa, yang pada tahun 2045 akan memasuki usia produktif. Kegiatan tersebut sejalan dengan Kampanye Sekolah Sehat yang digagas oleh Kemendikbudristek, salah satunya Sehat Bergizi.
“Keunikan GENIUS diantaranya basis pemilihan lokus kegiatan yang didasarkan data Prevalence of Undernourishment (PoU) yang belum mencapai target nasional sesuai RPJMN, berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) merupakan prioritas 3 atau 4, dan pemilihan SD mengacu pada data DAPODIK Kemendikbudristek” tutur Nyoto.
Nyoto juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang telah menginisiasi launching GENIUS serempak secara hibrid di 11 titik lokasi yang tersebar di 5 (lima) kab/kota penerima manfaat GENIUS di Jawa Timur, yaitu Kota Probolingo, Sidoarjo, Tulung Agung, Kediri dan Blitar.
Kehadiran sekitar 3.000 partisipan pada saat launching ini memperlihatkan komitmen dan dukungan unsur legislatif, lintas OPD Provinsi dan Kab/Kota, civitas akademika, pihak sekolah dan siswa sekolah dasar dan para orangtua kegiatan Genius dari 15 Sekolah Dasar .