Pasangan Anies Baswedan - Muhaimin Iskandar (foto : Hermawan Priyono)
JAKARTA - Bakal pasangan calon Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) disebut sebagai sesuatu yang murni karena kepentingan politik. Keduanya diyakini hanya sekedar transaski politik tanpa nilai.
Bacapres Anies dalam menggandeng Cak Imin sebagai cawapresnya sangat keluar dari nilai-nilai demokrasi. Menurut Pengamat Politik Universitas Indonesia, Ade Reza Hariyadi mengatakan keduanya hanya mengutamakan kepentingan dan mengesampingkan kesamaan visi dan misi.
"Pola penjajakan koalisi politik di Indonesia murni transaksi kepentingan politik dibandingkan kesamaan platform dan program," kata Ade dalam keterangan yang diterima katakini.com, Kamis (7/9).
Menurut Ade, nama koalisi perubahan untuk persatuan sudah relevan disandingkan dengan Anies-Cak Imin. Pasalnya, koalisi yang selama ini selalu teguh berada di barisan luar pemerintah ternyata tetap menyusup masuk demi kepentingan sepihak.
"Jadi tampaknya jargon-jargon perubahan yang diusung Anies tampaknya akan tinggal kenangan," ujarnya.
Koalisi Anies dan Cak Imin menjadi sangat kerdil sepeninggal Partai Demokrat. Hal ini berpotensi melemahkan mesin politik Anies dalam bertarung di Pilpres 2024.
"Koalisi yang dibangun merupakan minimum size coalition akan menjadi kelemahan dalam menggerakkan mesin politik yang lebih kuat," pungkasnya.