Sekjen DPR RI Indra Iskandar. Foto: dpr.go.id
JAKARTA - Masih di bulan Syawal, DPR RI menggelar halalbihalal, Kamis (4/5/2023).
Dalam sambutannya, Ketua Fraksi PPP DPR RI, Amir Uskara mengungkapkan setelah menjalani puasa di bulan suci Ramadhan selama sebulan penuh. Banyak hal positif yang dilakukan selama bulan suci Ramadhan. Ia berharap jika hal positif itu bisa terus dilakukan di sebelas bulan lainnya. Sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermakna pada hari-hari selanjutnya.
“Dan, dalam halalbihalal ini saya mengajak semua untuk meningkatkan ukuwah Islamiyah , dan memperkuat tali silaturahim dengan sesama Insan manusia,” ujar Amir.
Sementara itu Sekjen DPR RI, Indra Iskandar mengungkapkan rasa syukur dan bahagia bisa kembali menggelar halalbihalal, setelah tiga tahun vakum akibat Pandemi Covid-19 yang menyerang lebih dari setengah masyarakat dunia. “Ibarat magnet, silaturahim yang dibingkai dalam acara halalbihalal mempunyai kekuatan yang dapat mendekatkan dan melekatkan antara pimpinan, anggota dan Pegawai Setjen DPR," sebut Indra.
Selain itu, lanjut Indra, halalbihalal ini sebagai momentum yang tepat bagi seluruh pegawai di Setjen DPR untuk evaluasi, koreksi, sekaligus memperbaiki diri ke depan, jika selama ini belum memberikan dukungan yang maksimal kepada anggota DPR RI. Diakhir sambutannya, baik Amir dan Indra tak lupa mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1444 H, Taqaballahu Minna waminkum, Taqaballahu Ya Karim. Mohon Maaf lahir dan batin.
Acara yang digelar cukup khidmat itu juga menampilkan penceramah sekaligus motivator, Ary Ginanjar Agustian, dan ditutup dengan salam-salaman dan saling bermaaf-maafan yang cukup santai dan sarat akan nuansa keakraban.
Dalam kesempatan itu hadir pula, Ketua dan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI, Agung Budi Santoso dan Novita Wijayanti, Ketua dan Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Wahyu Sanjaya dan Anis Byarwati, Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa’aduddin Djamal, dan anggota Komisi XI DPR, Fauzi H. Amro dan Marwan Cik Hasan, serta sejumlah pejabat eselon I, II dan III di Setjen DPR RI, juga sejumlah mantan sekjen dan pejabat Setjen di masa sebelumnya.