Ilustrasi (headtopics)
Jakarta - Allah Subhanahu wa ta’ala meninggikan derajat kepada siapa yang dikehendakiNya. Sebagaimana pemuda beriman dalam kisah di bawah ini. Allah Azza wa jalla muliakan dirinya dan mengangkat derajatnya.
Telah kita ketahui bahwa raja Thalut bersama pasukannya dari bani Israil berhasil mengalahkan Jalut dan bala tentaranya. Sebagian ulama menyatakan bahwa Thalut berjanji akan menyerahkan tampuk kerajaan kepada siapa yang bisa mengalahkan Jalut.
Dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir dan Qashash Al-Anbiya’ Li Ibnu Katsir, dituturkan dalam kisah israiliyat, bahwa Jalut menantang pasukan Thalut untuk melawannya. Saat itu, tidak ada bani Israil yang berani melawannya. Kecuali seorang pemuda beriman, yaitu Daud `alaihissalam. Beliau `alaihissalam termasuk pasukan yang dipimpin Thalut.
Saat perang tanding dimulai, pemuda pemberani ini melemparkan sekitar lima batu dengan menggunakan katapelnya. Lemparan batu tersebut tepat mengenai Jalut. Raja yang bengis itu terkapar. Beliau `alaihissalam pun segera menghampiri dan membunuhnya. Pahlawan muda ini telah mengalahkan Jalut dalam perang tanding itu.
Sang pahlawan terkenal mahir menggunakan katapel. Sebagai penggembala kambing, beliau `alaihissalam ini biasa menggunakan katapel untuk mengusir gerombolan serigala yang hendak memburu hewan ternaknya.
Ketika Jalut telah tewas, maka pupuslah semangat tempur bala tentaranya. Sehingga pasukan Thalut mampu memenangkan peperangan atas ijin Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman dalam surah (ke-2) Al-Baqarah ayat 251,"Maka mereka mengalahkannya dengan izin Allah, dan Daud membunuh Jalut. Kemudian, Allah memberinya (Daud) kerajaan, dan Hikmah, dan mengajarinya apa yang Dia kehendaki…”
Meringkas kisah, sebelum raja Thalut mangkat, kerajaan dan kekuasaannya diserahkan kepada sang pahlawan ini. Bersamaan dengan itu, pemuda keturunan dari Yahudza ini diutus Allah ﷻ menjadi nabi untuk bani Israil. Sejak saat itu, mulailah masa bani Israil dipimpin seorang nabi yang juga seorang raja yaitu nabi Daud `alaihissalam.
Nabi kita tercinta Muhammad ﷺ banyak memuji beliau `alaihissalam. Pujian dari sisi bacaan kitab zaburnya, juga ibadah puasa dan salat malamnya, bahkan dalam pekerjaan, hingga suara indahnya. Rasulullah ﷺ dalam banyak hadisnya menjadikan nabi yang salih ini sebagai motivasi, contoh dan teladan bagi para sahabat beliau ﷺ.
Semoga Allah ﷻ mudahkan kita meneladani nabi Daud `alaihissalam. (Kontributor : Dicky Dewata)