Teheran menyampaikan bahwa kampanye Operation Economic Outcast atau perang ekonomi Amerika Serikat terhadap Teheran melanggar hukum internasional,
Teheran Sebut 90 Persen Senjata Iran Diproduksi Dalam Negeri
Teheran akan menargetkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat (AS) jika blokade maritim terhadap Teheran terus berlanjut.
Iran dan Oman telah sepakat menetapkan jalur transit sementara selebar tujuh mil melalui Selat Hormuz.
Harga minyak mentah dunia melanjutkan tren penurunan, dengan kontrak berjangka minyak Brent merosot 1,78 dolar AS atau 2,0 persen menjadi 86,80 dolar AS per barel.
Senator Amerika Serikat Chris Van Hollen menuduh Donald Trump mengambil keuntungan pribadi dari perang dengan Iran
Menlu AS Marco Rubio menyampaikan kepada negara-negara sekutu bahwa Pemerintah AS saat ini tidak berencana untuk melancarkan serangan militer baru ke Iran.
Serangan Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas intelijen AS
Mata uang Iran anjlok ke rekor terendah di pasar terbuka pada Senin (24/8), beberapa jam sebelum AS mengumumkan gelombang baru sanksi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran sedang “runtuh total” di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Amerika Serikat telah membatalkan latihan pendaratan amfibi akibat keterbatasan pengerahan pasukan dalam perang melawan Iran.
Iran memperingatkan bahwa kapal yang tidak mematuhi aturan transit yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz dapat disita
Kurang dari 20 kapal pengangkut komoditas tercatat melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan lalu.
Iran mengancam bakal memperlakukan negara-negara tetangganya sebagai musuh jika bergabung dalam kampanye AS untuk melumpuhkan ekonomi Teheran
Berdasarkan data Pentagon, total prajurit AS yang mengalami luka-luka sepanjang konflik dengan Iran melonjak menjadi 757 orang.
Iran mengonfirmasi masih terus memproduksi persenjataan dan bakal mengerahkan senjata yang jauh lebih merusak jika gelombang konflik baru kembali pecah.
Aliansi Militer NATO menyatakan kesiapannya untuk merespons berbagai ancaman terkait potensi serangan Iran terhadap sasaran militer Amerika Serikat di Eropa
Iran mengkaji kemungkinan menyerang aset militer Amerika Serikat (AS) di Eropa.
Harga minyak mentah dunia merangkak naik imbas meredupnya prospek perpanjangan gencatan senjata di Timur Tengah.