• News

UU Terbaru Rusia: Wajibkan Lembur dan Pasok Barang Militer

Yati Maulana | Kamis, 07/07/2022 09:30 WIB
UU Terbaru Rusia: Wajibkan Lembur dan Pasok Barang Militer Anggota parlemen Rusia menghadiri sesi Duma Negara, majelis rendah parlemen, di Moskow, 5 Juli 2022. Foto: Reuters

JAKARTA - Parlemen Rusia pada hari Rabu bergegas meloloskan dua undang-undang yang memberlakukan kontrol ketat pada ekonomi. Undang-undang ini mengharuskan perusahaan untuk memasok barang ke angkatan bersenjata, dan mewajibkan karyawan di beberapa perusahaan untuk bekerja lembur.

Setelah ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Vladimir Putin, RUU itu akan memungkinkan pemerintah untuk memperkenalkan "langkah-langkah ekonomi khusus" selama apa yang disebut Kremlin sebagai "operasi militer khusus" di Ukraina.

"Dalam konteks operasi yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Federasi Rusia di luar Rusia, termasuk di wilayah Ukraina, ada kebutuhan untuk memperbaiki senjata, peralatan militer, dan menyediakan sarana material dan teknis kepada angkatan bersenjata," kata catatan penjelasan untuk salah satu tagihan.

RUU tersebut diajukan ke majelis rendah Duma Negara oleh Kremlin pada 30 Juni. Setelah disahkan pada pembacaan pertama mereka, pembicara Duma Vyacheslav Volodin mengatakan diskusi lebih lanjut akan diadakan secara tertutup karena keamanan nasional.

Menurut salah satu rancangan, negara akan dapat membeli barang dan jasa yang diperlukan untuk melakukan operasi khusus militer dari satu pemasok tanpa perlu tender yang kompetitif.

Selain itu, bisnis akan diwajibkan oleh hukum untuk memasok barang dan jasa yang diperlukan untuk melakukan "operasi militer khusus" kepada angkatan bersenjata.

RUU kedua mengamanatkan pemerintah untuk mewajibkan karyawan perusahaan tertentu yang memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh militer Rusia untuk bekerja lembur. Pemerintah juga dapat mewajibkan beberapa karyawan untuk bekerja pada malam hari, pada akhir pekan atau selama hari libur, dengan imbalan kenaikan upah.