• Info MPR

MPR, BPIP, dan Lemhannas Gelar Lomba Vokal Lagu `Pancasila Edukasi`

Akhyar Zein | Senin, 25/04/2022 22:25 WIB
MPR, BPIP, dan Lemhannas Gelar Lomba Vokal Lagu `Pancasila Edukasi` Bamsoet saat menerima Kepala BPIP Yudian Wahyudi, di Jakarta, Senin (25/4/22). (foto: Humas MPR)

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) dan Yayasan Generasi Lintas Budaya (GLB) akan memproduksi Hymne Pancasila `Jiwaku adalah Pancasila` dan Lagu `Pancasila Edukasi`. Sekaligus mengadakan lomba vokal dan visualisasi lagu `Pancasila Edukasi` antar desa, dengan tajuk Membumikan Pancasila, Mengabadikan Indonesia.

Jika seluruh desa bisa berpartisipasi, maka akan ada 83.381 tipe vokal dan visualisasi lagu `Pancasila Edukasi` yang dibuat para milenial desa, dengan memanfaatkan kearifan lokal dan kekayaan seni budaya masing-masing desanya.

"Kegiatan ini merupakan bagian dari cara kreatif MPR RI, BPIP, dan Yayasan Generasi Lintas Budaya dalam memasifkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda bangsa. Lagu `Pancasila Edukasi` berisi pesan kebangsaan tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam berbagai sendi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat," ujar Bamsoet usai menerima Kepala BPIP Yudian Wahyudi, di Jakarta, Senin (25/4/22).

Kick off informasi teknis lebih lanjut tentang Lomba Vokal dan Visualisasi lagu `Pancasila Edukasi` rencananya dilakukan pada Juni 2022. Setelah itu, para peserta yang berminat mengikuti lomba bisa mengupload vokal dan visualisasi lagu `Pancasila Edukasi` versi mereka ke channel Youtube mereka masing-masing. 50 peserta terbaik akan dipilih dewan juri untuk kembali berkompetisi, hingga terpilih 10 besar yang akan masuk ke babak grand final.

"Para Dewan Juri direncanakan terdiri dari berbagai kalangan. Antara lain, Slamet Rahardjo, Ndoro Kusumo, Marcella Zalianty, Reza Rahadian, Cinta Laura, Prilly Latuconsina, Shanna Shannon, hingga Erwin Gutawa. Puncak acara pengumuman pemenang rencananya akan dilakukan pada 30 Desember 2022, sebagai bagian dari peringatan Hari Pluralisme," jelas Bamsoet.

Lomba tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas generasi milenial dalam memahami falsafah dan nilai-nilai Pancasila, berlandaskan kearifan budaya lokal setempat. Sekaligus meningkatkan kepekaan serta kepedulian milenial di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.