• News

PM Inggris Desak Militer Rusia Mundur dari Perbatasan Ukraina

Ariyan Rastya | Rabu, 02/02/2022 06:35 WIB
PM Inggris Desak Militer Rusia Mundur dari Perbatasan Ukraina Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjalan di luar 10 Downing Street di London, Inggris, 31 Januari 2022. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada hari Selasa (1/2) mewakili para pemimpin barat mneyatakan dukungannya terhadap Ukraina dan berupaya meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membatallkan agresi militernya di perbatasan Rusia-Ukraina.

Boris Johson meyakinkan Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa dia akan membayar harga tinggi untuk setiap agresi yang dilakukan Rusia.

"Kami mendesak Rusia untuk mundur dan terlibat dalam dialog untuk menemukan resolusi diplomatik dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut," kata Johnson dalam sambutan yang dirilis.

Beberapa negara telah memindahkan staf kedutaan yang tidak penting dari Kyiv, dan Washington menyarankan pada hari Selasa untuk tidak melakukan perjalanan ke Belarus karena peningkatan aktivitas militer Rusia yang tidak biasa dan mengkhawatirkan di dekat perbatasan dengan Ukraina.

Dilansir dari Reuters, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki juga mengatakan pada kunjungannya ke Kyiv bahwa mereka akan membantu Ukraina dengan pasokan gas dan senjata, serta bantuan kemanusiaan dan ekonomi.

“Tinggal dekat dengan tetangga seperti Rusia, kami merasa seperti tinggal di kaki gunung berapi,” kata Morawiecki. Dia juga menjanjikan amunisi artileri, bom mortir, sistem pertahanan udara portabel, dan drone pengintai kepada Ukraina.