Potret Debu halus yang selimuti Korea selatan pada Minggu pagi tadi 9 Januari 2022. (Foto: Yonhap)
JAKARTA - Korea Selatan menghimbau agar mengurangi pengoperasian kontruksi dan lalu lintas setelah negara ginseng tersebut diselimuti debu halus yang disebabkan polusi udara pada hari Minggu 9/1, debu halus tersebut sangat berbahaya dan diperkirakan akan bertahan hingga satu hari kedepan.
Pemerintah telah mengeluarkan langkah-langkah pengurangan darurat untuk pertama kalinya tahun ini. Menurut Kantor Manajemen Kualitas Udara Metropolitan di bawah Kementerian Lingkungan Hidup, tingkat kepadatan debu ultrafine di Seoul, Provinsi Gyeonggi dan Provinsi Chuncheong Selatan diproyeksikan menjadi "sangat buruk" dengan lebih dari 76 mikrogram per meter kubik.
MAMO mengeluarkan tindakan darurat pada pukul 6 pagi hari Minggu untuk mengurangi pengoperasian lokasi konstruksi dan kendaraan di area tersebut. Tindakan darurat harus dilakukan hingga pukul 9 malam, Minggu.
Tingkat debu sangat halus untuk area lain termasuk bagian dari Provinsi Gangwon, Chungcheong Utara dan Gyeongsang Utara juga diproyeksikan berada dalam kisaran “buruk”, 36~75 /㎥.
Mengutip dari The Korea Herald, Otoritas prakiraan nasional memproyeksikan kepadatan debu halus dalam sistem empat tingkat, dengan dua lainnya "baik (dengan standar tingkat 15 ke bawah )" dan "rata-rata (16~35)."
Pihak berwenang menyarankan warga untuk menahan diri dari pergi ke luar, dan memakai masker wajah dengan filter tinggi, seperti jenis KF 94. Langit diperkirakan akan cerah sekitar Selasa.