• News

DPR Dukung RI Tingkatkan Kerja Sama dengan AS

yahya | Selasa, 10/11/2020 18:43 WIB

DPR Dukung RI Tingkatkan Kerja Sama dengan AS Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PAN, Guspardi Gaus. Foto: dpr.go

Katakini.com- Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua Harian DPW PAN Sumatera Barat, Guspardi Gaus mendukung pemerintah RI berencana meningkatkan kerja sama dengan Amerika Serikat (AS) dalam bidang ekonomi, demokrasi dan multilateral, pasca kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.

"Saya mendukung ada upaya yang lebih kongkret membangun kerja sama di bidang-bidang tersebut, termasuk mengenai sistem Pemilu kita," kata Guspardi di Jakarta, Selasa (10/11/2020).

Mantan Wakil Ketua MPW ICMI Sumatera Barat ini menilai, kemenangan Biden memang patut menjadi pembelajaran bagi Indonesia dalam demokrasi dan demokratisasi. Biden telah menunjukkan bahwa dirinya adalah sosok yang akomodatif di tengah aspirasi pemilih AS yang multi etnis, agama, dan teritori (negara bagian).

"Ini tentu nilai demokratis yang patut dicatat. Tak heran lebih kurang 80 persen suara pemilih muslim amerika mendukung Biden. Belum lagi suara imigran, dan juga suara pemilih di kantong-kantong suara Donald Trump sebagai petahana. Saya kira kemenangan Biden memang potret dari harapan demokrasi segenap rakyat Amerika," ujarnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat ini menyampaikan, kemenangan Biden yang bahkan terjadi di basis dan kantong-kantong suara Trump, patut ditengarai bahwa Pilpres AS tak terganggu oleh penetrasi kekuasaan petahana.

"Ini pelajaran berharga bagi kita semua, bagi pemilih, bagi politisi, dan juga bagi penyelenggara Pemilu kita," tukasnya.

Dengan bercermin pada demokrasi Amerika Serikat, ucap Ketua Umum Yayasan Pendidikan Citra Andalas ini, RI harus mengevaluasi sistem pemilunya, sebab faktanya bahwa Pemilu di Indonesia masih kerap dibayang-bayangi oleh narasi lembaga survey dan tren quick count perlu dibenahi.

"Pasca kemenangan Biden, ada kesadaran bersama di tanah air Indonesia untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pelaksanaan demokrasi yang jujur dan adil," ujarnya.