Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Katakini.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan optimistis bahwa konsumsi domestik dalam negeri dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Karena itu, bantuan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah akan mendorong konsumsi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
"Saya tadi malam berbicara dengan World Bank (Bank Dunia) melalui telepon. Mereka melihat Indonesia dengan konsumsi domestik yang besar, jauh lebih mudah recovery daripada negara-negara yang hanya mengandalkan high teknologi saja," kata Luhut di Jakarta, Minggu (30/8/2020).
Menurut Luhut, pandemi virus Covid-19 yang terjadi secara global dan Indonesia khususnya telah membuat dampak yang luar biasa diseluruh sektor, baik perekonomian dan kesehatan.Terkait perekonomian, pandemi telah membuat konsumsi domestik mengalami kontraksi yang sangat dalam, bahkan menjadi yang terburuk dalam 20 tahun belakang.
"Konsumsi domestik mengalami kontraksi 5,5% terburuk dalam 20 tahun terakhir ini. Selain itu 58% GDP Indonesia juga bergantung pada konsumsi sektor makanan minuman, fashion, transportasi, dan komunikasi," katanya.
Luhut mengatakan bahwa, untuk keluar dari permasalahan tersebut UMKM harus begerak maju, utamanya adalah meningkatkan inovasi diera digital saat ini. Dengan begitu konsumsi domestik dapat meningkat kembali."Saya percsya UMKM adalah Back Bound (Tulang Punggung) ekonomi kita yang paling kuat. Karena itu kita harus memupuk inovasi agar tumbuh gagasan untuk mendorong konsumsi domestik. Kita punya kombinasi itu, oleh karena itu mari kita manfaatkan dan kembangkan inovasi berbasis teknologi. Kalau kita tidak bertranformasi negara Indonesia akan tertinggal. Taiwan, Jerman dan Korea Selatan dimana UMKM nya sudah mulai suplai untuk high teknologi," ujar Luhut.