Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional mengatakan serangan udara menewaskan sedikitnya 40 orang. File Foto oleh Yahya Arhab / EPA-EFE
Katakini.com - Ditengah adanya kontroversi di Timur Tengah mengenai kesepakatan normalisasi Israel-Uni Emirat Arab (UEA), namun pujian dilontarkan oleh Wakil Ketua Dewan Transisi Selatan (STC) di Yaman Hani Bin Buraik.
"Kesepakatan itu meletakkan peta jalan menuju kerja sama bersama antara Israel dan UEA untuk mencapai hubungan timbal balik penuh," tulis Bin Buraik di Twitter dilansir Middleeast, Minggu (16/08).
Menurut Bin Buraik, kesepakatan tersebut merupakan keputusan yang berani diambil oleh pemimpin yang bijaksana, mengacu pada Putra Mahkota UEA Mohammed Bin Zayed.
Sementara itu, pemerintah Yaman kembali menegaskan pendiriannya terhadap masalah Palestina dan hak-hak rakyat Palestina. Menteri Luar Negeri Yaman Mohammed Al-Hadrami menyatakan bahwa akan tetap memperjuangkan Palestina.
"Sikap kami jelas dan akan tetap tidak berubah terkait dengan perjuangan Palestina yang merupakan pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukotanya."
Bin Buraik juga menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan memberikan solusi dua negara, membantu rakyat Palestina dan menghentikan perdagangan dengan perjuangan Palestina.