Militan Hamas Palestina (foto: tirto.id)
Katakini.com - Kesepakatan normalisasi Israel-UEA bagi pimpinan Hamas dan Gerakan Jihad Islam di Palestina dianggap di luar konteks historis. Bahkan ia meminta agar UEA membatalkan kesepakatan itu.
"UEA Harus menghapus kesepakatan yang memalukan ini," ujar ketua Hamas, Ismail Haniyeh dilansir Middleeast, Minggu (16/08).
Kesepakatan itu dinilainya melanggar terhadap prinsip-prinsip Palestina, Arab dan Islam, sehingga ia tidak mau menerima keputusan dari kesepakatan tersebut.
Ketua Hamas Ismail Haniyeh, setuju dengan Pemimpin Jihad Islam Ziyad Al-Nakhala tentang Koordinasi berkelanjutan antara kepemimpinan kedua gerakan.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berbicara dengan Haniyeh dan mengecam kesepakatan Israel-UEA , menekankan pada dukungan permanen Iran untuk Palestina.
Haniyeh berterima kasih kepada Iran dan rakyat Iran atas dukungan terus-menerus mereka pada perjuangan Palestina .
"Kami akan selalu melanjutkan garis perlawanan dan melawan pendudukan, dan kami tidak akan terpengaruh oleh tindakan pengkhianatan seperti itu, tetapi kami merasakan sakit dari belati yang menusuk rakyat Palestina dari belakang," ungkap Haniyeh .