• News

Tahap Pertama, Bulog Salurkan Bansos bagi 1,475 Juta KPM

yahya | Selasa, 23/06/2020 21:51 WIB

Tahap Pertama, Bulog Salurkan Bansos bagi 1,475 Juta KPM Bansos Presiden RI.

Katakini.com - Perum Bulog menyatakan telah menyalurkan bantuan sosial/bansos Presiden beupa beras kepada sekira 1,475 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahap pertama 5-22 Mei 2020.

Bansos Presiden rencananya diberikan melalui dua tahapan kepada 3,3 juta KPM diwilayah Jabodetabek yang terdampak pandemi virus Covid-19.

Sementara pada tahap kedua akan disalurkan kepada 1,862 KPM pada 1-15 Juni 2020.

"Tahap pertama sudah selesai dan tahap kedua lagi proses verifikasi. Karena kan perlu dicek ke lapangan verifikasi harganya Rp11.800 per kilo," kata Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Tri mengatakan, bahwa proses verifikasi tersebut bukan soal harga saja, tetapi juga sampai ketitik distribusi berikut juga biaya distribusi ke lokasi hingga selesai.

Sementara itu, Dirut Perum Bulog, Budi Waseso mengatakan, bansos presiden disalurkan langsung oleh Perum Bulog kepada RT/RW dalam dua tahap. Dimana tahap pertama sudah diselesaikan sesuai jadwal yang ditentukan. Besaran beras bansos per KPM adalah sebesar 25 kg.

"Kita bisa selesaikan apa yang ditargetkan oleh Mensos, bahwa dalam kurun waktu dua minggu semua program selesai. Berasnya per KPM 25 kilo," kata Buwas panggilan Budi Waseso.

Lebih lanjut Buwas mengatakan, dalam program bansos tersebut seluruh anggarannya ditanggung oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, dalam pengadaan berasnya, Bulog menggunakan dana pinjaman dari Bank BUMN. Ketika penyaluran sudah selesai dan terverifikasi, maka Kemensos langsung memberikan uang pengganti kepada Bulog.

"Jadi kita pengadaan dulu. Kita setor ke Mensos, Mensos sudah lihat clear, baru nanti Mensos bayar. Tapi alhamdulillah hari ini cepat Mensos. Begitu kita laporan selesai cepat langsung dibayar," ujar dia.

Sementara itu, terkait isu dimasyarakat bahwa beras yang dibagikan Bulog adalah beras stok lama berkutu dan bergumpal dibantah oleh dirinya. Menurutnya isu itu tidak benar, karena pihaknya sudah mengecek langsung ke lapangan. Bahkan pelaku penyebar isu tersebut juga sudah ditindaklanjuti oleh Polri.

"Memang karungnya 2017, tapi berasnya baru. Dan itu diuji dan kita buktikan bahwa karungnya masih bagus dan tentunya berasnya juga bagus. Jadi clear," kata Mantan Bareskrim Polri tersebut.